Samosir Nan Indah

Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih, Bupati Vandiko: Program Presiden yang Harus Disukseskan

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk .

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
DOK DISKOMINFO SAMOSIR
PEMKAB SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyerahkan bantuan bibit bawang putih dan traktor roda empat yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 kepada kelompok tani (poktan). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Jumat (10/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyerahkan bantuan bibit bawang putih dan traktor roda empat yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 kepada kelompok tani (poktan).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Jumat (10/4/2026).

"Penyerahan bantuan ini menjadi langkah nyata Pemkab Samosir dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya komoditas bawang putih yang menjadi salah satu prioritas nasional," ujar Bupati Vandiko Gultom, Minggu (12/4/2026).

Ia juga menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat melalui program Asta Cita Presiden RI, satu diantaranya menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional.

"Ini bukan program biasa, ini atensi langsung dari Presiden. Ketahanan pangan, khususnya bawang putih menjadi prioritas. Tidak semua daerah bisa menanam bawang putih, dan di Sumatera Utara hanya beberapa daerah yang dinilai cocok, termasuk Samosir," tuturnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Samosir bahkan dinilai sebagai daerah paling potensial setelah dilakukan kajian oleh kementerian pertanian.

Hal itu terungkap saat dirinya melakukan kunjungan ke kementerian dan mendapat tantangan langsung dari mentan menjadikan Samosir sebagai daerah pengembangan bawang putih nasional.

"Saya ditantang, sanggup tidak Samosir mendukung ketahanan pangan bawang putih. Saya jawab, sanggup. Bahkan sebelum saya pulang dari Jakarta, bantuan langsung dikirim berupa traktor dan bibit bawang putih sebanyak 16 ton untuk 20 hektare," tuturnya.

Ia meminta para petani yang menerima bantuan agar serius dalam mengelola program ini. Menurutnya, keberhasilan uji coba ini akan menentukan masa depan Samosir sebagai sentra bawang putih di Sumatera Utara, bahkan nasional.

"Kalau ini berhasil, Samosir bisa jadi penghasil bawang putih di Sumut. Tapi kalau gagal, peluang ini bisa dialihkan ke daerah lain. Jadi saya minta ini benar-benar dikerjakan dengan serius," katanya.

Ia juga memastikan pendampingan dari dinas ketahanan pangan,  pertanian dan perikanan serta pengawasan langsung dari kementan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa Samosir dipilih langsung oleh kementan sebagai lokasi pengembangan bawang putih dalam rangka mewujudkan swasembada nasional.

Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada dua kelompok tani yakni Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtana di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo.

Masing-masing kelompok menerima bantuan untuk lahan seluas 10 hektare dengan total bibit sekitar 8 ton per kelompok.

"Selain bibit, juga diberikan dua unit traktor roda 4  mempercepat pengolahan lahan. Targetnya, satu hektare bisa menghasilkan hingga 20–30 ton buah segar," ujar Tumiur Gultom.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi telah melalui kajian tenaga ahli hortikultura dari Kementerian Pertanian dengan sejumlah syarat, di antaranya ketinggian minimal 1.000 meter di atas permukaan laut serta hamparan lahan minimal 10 hektar dalam satu kawasan.

Program ini juga akan mendapat pendampingan intensif dari kementan, termasuk penugasan tenaga pendamping lapangan serta pelaksanaan sosialisasi teknis kepada kelompok tani.

"Penanaman ditargetkan mulai April dan paling lambat minggu ketiga sudah harus selesai ditanam. Kami juga sudah menyiapkan pendamping di lapangan," tambahnya.

Penerima bantuan, Ketua Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo Hotber P. Turnip menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi petani.

"Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami akan berusaha maksimal agar program ini berhasil," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Lamtana Feriadi Sitio. Ia optimistis program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Samosir.

"Kami siap bekerja keras agar hasilnya maksimal. Ini kesempatan meningkatkan taraf hidup petani," katanya.

Dalam kesempatan itu, kelompok tani juga menyerahkan hasil pertanian berupa kopi luak dari Desa Maduma kepada Bupati dan Wabup sebagai bentuk apresiasi.

 

(cr3/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved