Berita Samosir Terkini
Seorang Pelajar Akhiri Hidup karena Faktor Ekonomi, Pemkab Samosir Angkat Bicara
Kadis Kominfo Kabupaten Samosir menyatakan, dugaan penyebab pelajar inisial JPS (16) bukanlah karena faktor ekonomi.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN - Terkait beredarnya informasi soal dugaan seorang pelajar di Samosir gantung diri karena faktor ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir angkat bicara.
Kadis Kominfo Kabupaten Samosir Immanuel Sitanggang menyatakan, dugaan penyebab pelajar inisial JPS (16) bukanlah karena faktor ekonomi.
PJS (16) ditemukan gantung diri di rumahnya tepatnya di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir kemarin, Senin (30/3/2026).
Setelah Dinas P3APPKB Samosir sambangi rumah korban, orang tua korban kisahkan bagaimana kisah yang sebenarnya terkait kematian PJS.
"Kunjungan telah dilakukan ke rumah korban gantung diri di Desa Huta Ginjang bersama Kadis dan Kabid P3APPKB serta perangkat desa. Motif yang beredar di masyarakat karena faktor ekonomi, itu tidak benar," ujar Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Rabu (1/4/2026).
"Hal itu sesuai penuturan dari orang tua korban. Diceritakan, orang tua korban selalu memberikan uang kepada korban sebesar Rp 15 ribu setiap hari untuk ongkos," terangnya.
Pihaknya juga menyampaikan, keluarga korban mendapatkan perhatian dari pemerintah.
"Terkait berita yang beredar bahwa keluarga korban tidak pernah penerima bantuan juga tidak benar. Keluarga korban adalah bagian dari penerima bantuan," lanjutnya.
Ia juga mengatakan, keluarga korban adalah penerima berbagai bantuan dari pemerintah.
"Dari data yang diperoleh, keluarga tersebut adalah penerima bansos. Tahun 2021-2023, keluarga tersebut adalah penerima PKH. Pada tahun 2021 telah dilakukan bedah rumah. Tahun 2025, BLTS Kesra juga diterima keluarga tersebut dan tahun ini masuk dalam penerima BPNT," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar inisial PJS (16) ditemukan gantung diri di rumahnya tepatnya di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir kemarin, Senin (30/3/2026).
Kapolsek Simanindo Iptu Ramadan Siregar mengutarakan, pria yang gantung diri tersebut masih pelajar. Yang melihat peristiwa itu pertamakali adalah ayahnya sendiri, pria inisial TS (63).
"Saksi yang pertamakali melihat peristiwa tersebut adalah ayah kandungnya sendiri, TS (63). Selain itu, ibunya inisial BAS (41) dan saudari korban inisial PAS (14)," terang Iptu Ramadan Siregar.
Selanjutnya, ia tuturkan kronologi kejadiannya.
"Pada Senin (30/3/2026) pukul 05.30 WIB, saksi inisial TS bangun tidur dan mencari putranya. Menurutnya, kebiasaan korban pada pukul 05.30 WIB telah berada di dalam kamar mandi," terangnya.
| Mogok saat Melintas, Petugas Pos Tele Bantu Pengemudi hingga Melanjutkan Perjalanan Menuju Medan |
|
|---|
| Tampil di Acara Puncak ToTK, Vokalis Arman Maulana: Perdana ke Samosir setelah 31 Tahun Berkarya |
|
|---|
| Puraka Medan Juara Lomba Solu Samosir pada Event Internasional Trail of The King |
|
|---|
| Dua Korban Tenggelam di Kawasan Tano Ponggol, Berikut Kronologi Penemuannya |
|
|---|
| Jendri Pardede dan Owen Siregar Tewas Tenggelam di Tano Ponggol, Pemkab Samosir Berbelasungkawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-mayat-1.jpg)