Polres Pakpak Bharat

Kapolres Pimpin Pencarian Mobil Masuk Jurang di Pakpak Bharat, Dua Penumpang Belum Ditemukan

Petugas gabungan menyisir bantaran Sungai Lae Kombih di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan memimpin langsung proses evakuasi mobil yang masuk jurang di Jalinsum Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe, Selasa (31/3/2026). Di lokasi, ia juga memantau jalannya pencarian korban menggunakan drone bersama tim gabungan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PAKPAK BHARAT-Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Subulussalam–Sidikalang, tepatnya di Dusun Buludidi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (30/3/2026) malam.

Sebuah mobil pribadi dilaporkan masuk ke jurang di sekitar aliran Sungai Lae Kombih. Hingga Selasa (31/3/2026), dua penumpang belum ditemukan.

Kapolres Pakpak Bharat Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Agustiawan mengatakan, mobil tersebut dikemudikan Rudi Simanjuntak (38) yang saat itu bersama istrinya, Risma Tumangger (38).

Keduanya diketahui dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka di Desa Tanjung Mulia.

“Sebelum kejadian, korban sempat menghubungi anaknya agar membukakan pintu rumah karena mereka sedang dalam perjalanan pulang.

Namun hingga larut malam, korban tidak kunjung tiba,” ujar Agustiawan di lokasi kejadian, didampingi Kapolsek Sukaramai AKP Sukanto Berutu, melalui keterangan Kasi Humas AKP Amron Simanullang.

Kekhawatiran keluarga meningkat ketika upaya menghubungi ponsel korban tidak membuahkan hasil meski masih aktif.

Pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat dan melakukan pencarian.

Dari hasil penyisiran di sekitar lokasi, ditemukan sejumlah petunjuk di bantaran Sungai Lae Kombih, antara lain pelat nomor kendaraan, beras, pecahan kaca spion, telepon seluler milik korban, serta jejak ban yang mengarah ke jurang.

Mendapatkan informasi itu, jajaran Polres Pakpak Bharat segera berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, BPBD, serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian.

Upaya dilakukan dengan menyisir aliran sungai, memanfaatkan drone milik kepolisian, serta memasang jaring di beberapa titik sungai.

Namun hingga kini, kedua korban belum ditemukan.

Menurut Amron, lokasi kejadian memang dikenal rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang sempit, licin saat hujan, serta sisi jalan yang curam menjadi faktor risiko utama bagi pengguna jalan.

“Arus sungai saat ini juga cukup deras, sehingga menyulitkan proses pencarian. Kami mengimbau masyarakat yang melintas di jalur ini agar selalu berhati-hati dan waspada,” ujar Amron.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban untuk segera melapor melalui layanan Call Center 110 Polres Pakpak Bharat.

Pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan melibatkan seluruh unsur terkait.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved