Polrestabes Medan
Terkuak, Penyebab 2 Karyawan Ponsel Pancurbatu Nekat Mencuri: Tak Digaji & Berakhir Penganiayaan
Mereka dijanjikan sistem bagi hasil 50 persen dari ongkos jasa perbaikan, dibayar mingguan, serta makan dua kali sehari.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Kasus pencurian telepon seluler di Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, berbelok tajam.
Dua karyawan konter ponsel yang semula ditetapkan sebagai pelaku justru membuka lapisan persoalan lain, janji kerja yang tak ditepati, penegakan hukum yang menyimpang, dan kekerasan yang mengubah korban menjadi tersangka.
Polrestabes Medan memaparkan perkara ini dalam konferensi pers Kamis (5/2/2026) lalu.
Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak SIK, menyebut perkara bermula dari laporan pencurian yang dibuat pemilik toko ponsel, Persada Putra.
Namun, rangkaian peristiwa berikutnya justru menyeret Persada ke posisi berlawanan.
Dua karyawan yang mencuri ponsel, Gleen Dito Oppusunggu dan Rizki Kristian Tarigan datang ke Pancur Batu awal September 2025 setelah melihat lowongan teknisi ponsel di Facebook.
Keduanya berasal dari Sidikalang. Mereka dijanjikan sistem bagi hasil 50 persen dari ongkos jasa perbaikan, dibayar mingguan, serta makan dua kali sehari.
Dalam praktiknya, janji itu tak sepenuhnya terpenuhi. Selama dua pekan bekerja, upah tak kunjung dibayarkan.
Mereka hanya menerima makan sekali sehari dan uang Rp100 ribu untuk berdua, meski omzet jasa perbaikan disebut mencapai sekitar Rp2 juta.
“Keduanya sakit hati karena gaji tidak dibayarkan sesuai kesepakatan,” kata Calvijn.
Rasa kecewa itu berujung pidana. Pada 22 September 2025 dini hari, sekitar pukul 02.27 WIB, Gleen dan Rizki masuk ke toko tempat mereka bekerja dan mengambil sejumlah unit ponsel. Aksi itu terekam kamera CCTV.
Persada melaporkan pencurian tersebut ke Polsek Pancur Batu. Keesokan harinya, ia mendapat informasi bahwa kedua karyawannya berada di Hotel Crystal, Jalan Jamin Ginting, Medan.
Ia lalu menghubungi seorang penyidik Polsek Pancur Batu sebelum berangkat ke hotel bersama tiga rekannya.
Menurut kepolisian, Persada dan rombongannya memasuki Hotel Crystal dengan cara yang bermasalah.
Persada mengenakan jaket ojek daring dan mengaku sebagai petugas Polsek Pancur Batu kepada karyawan hotel. Dengan membawa berkas, mereka diizinkan masuk ke area hotel.
4 Personel Polrestabes Medan
Daftar Kapolsek Dimutasi di Polrestabes Medan
Korban Dijadikan Tersangka di Polrestabes Medan
Tim JCS Polrestabes Medan
| Wakapolda Sumut Tinjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Toba di Lapangan Merdeka |
|
|---|
| Meneladani 99 Asmaul Husna: Kapolrestabes Medan Berbagi di Ponpes Al Kautsar |
|
|---|
| Humanis tapi Tegas, Brimob Sumut dan Polrestabes Medan Sisir Titik Rawan di Kota Medan |
|
|---|
| Wanita di Medan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Polsek Medan Timur Amankan Pelaku |
|
|---|
| Kombes Calvijn Tepis Framing Korban Jadi Tersangka: Vonis Pencurian Tak Hapus Penganiayaan Terencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolrestabes-Medan-Kombes-Pol-Jean-Calvijn-Simanjuntak-efedcs.jpg)