Brimob Polda Sumut

Dari Selokan yang Tersumbat hingga Air Bersih, Brimob Sumut Datang Membantu Warga Bangkit

Personel SAR Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sumut membersihkan selokan yang tertutup lumpur di Desa Sigotom

|
Editor: Arjuna Bakkara
HO/Tribun-medan.com/IST
Personel SAR Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sumut membersihkan selokan yang tertutup lumpur di Desa Sigotom, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (9/1/2026). Di lokasi lain, Brimob juga menyalurkan air bersih kepada warga Desa Sibuluan Nalambok sebagai bagian dari upaya membantu pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPANULI TENGAH-Air berlumpur sempat menutup selokan, jalan desa menjadi licin, dan sebagian warga harus menahan cemas karena sulit memperoleh air bersih. Di sejumlah titik di Kabupaten Tapanuli Tengah, dampak pascabencana masih terasa dalam keseharian warga. Namun pelan-pelan, kondisi itu mulai berubah sejak personel SAR Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sumatera Utara hadir langsung di tengah permukiman.

Jumat (9/1/2026), personel Brimob bergerak ke Desa Sigotom, Kecamatan Tukka. Di sana, mereka menyusuri saluran air yang tertutup lumpur, mengangkat endapan tanah dengan sekop dan tangan, membersihkan selokan yang sempat membuat air meluap hingga mengganggu akses jalan. Bukan pekerjaan ringan, tapi dilakukan dengan sabar, satu demi satu.

“Kami ingin air kembali mengalir, jalan bisa dilalui, dan warga merasa lingkungannya aman lagi,” kata Ipda Norton P. Hutabarat yang memimpin tim pembersihan.

Sementara itu, di Desa Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, kebutuhan yang tak kalah penting menjadi perhatian: air bersih. Personel Brimob memanfaatkan alat water treatment untuk mengolah dan mendistribusikan air kepada warga. Ember-ember, jeriken, dan wadah air warga mulai terisi kembali bukan hanya air, tetapi juga rasa lega.

Bripda Franky, yang memimpin tim distribusi air bersih, menyebut banyak warga datang dengan wajah lelah, namun pulang dengan senyum kecil penuh syukur.
“Air ini sederhana, tapi bagi mereka sangat berarti,” ujarnya singkat.

Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Mukhtar I. Kadoli, menegaskan bahwa kehadiran Brimob bukan sekadar menjalankan tugas formal.

“Kami ingin hadir membantu dari hal paling dasar: lingkungan yang bersih dan air yang bisa digunakan. Karena dari situlah kehidupan warga bisa perlahan pulih,” katanya.

Bagi warga, kehadiran personel Brimob bukan hanya tentang pekerjaan fisik. Ia adalah tentang ditemani saat kondisi sulit, tentang merasa tidak sendirian, dan tentang keyakinan bahwa bantuan akan datang meski dari hal yang paling sederhana selokan yang kembali mengalir dan air bersih yang kembali tersedia.(Jun-tribun-medan.com).

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved