Sat Brimob Polda Sumut

Brimob Polda Sumut Pulihkan Sekolah Pascabencana di Tapteng

Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara membersihkan lumpur di SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/IST
Personel SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara membersihkan lumpur di SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (8/1/2026), guna mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar pascabencana. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPANULI TENGAH-Pascabencana, pemulihan tak hanya menyangkut infrastruktur dan logistik, tetapi juga keberlangsungan pendidikan.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bersama Dinas Pendidikan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan.

Kamis (8/1/2026, personel SAR Batalyon A Pelopor melaksanakan kegiatan kemanusiaan berupa distribusi perlengkapan belajar dan pembersihan fasilitas sekolah yang terdampak bencana.

Langkah ini ditujukan untuk menjaga semangat belajar anak-anak di tengah proses pemulihan.

Sebanyak satu Satuan Setingkat Regu personel SAR Batalyon A yang dipimpin Bripda Brayen Ivan Sihombing menyalurkan perlengkapan belajar ke UPTD SD Negeri 156302 Rampa, Dusun I, Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis.

Bantuan tersebut diharapkan membantu siswa kembali fokus mengikuti kegiatan belajar meski kondisi belum sepenuhnya pulih.

Di lokasi lain, satu Satuan Setingkat Tim personel SAR Batalyon A di bawah pimpinan Inspektur Polisi Dua Indra P. Sihite membersihkan lumpur dan sisa material bencana di SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan, Kecamatan Pandan.

Pembersihan dilakukan bertahap agar lingkungan sekolah kembali aman dan layak digunakan.

Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, Komisaris Polisi Mukhtar I. Kadoli, mengatakan pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. “Sekolah adalah ruang tumbuh harapan.

Kami ingin memastikan anak-anak bisa kembali belajar dan tidak kehilangan semangat meski baru melewati masa sulit,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik bantuan dan kerja gotong royong tersebut.

Selain membantu percepatan pemulihan fisik sekolah, kehadiran Brimob dan Dinas Pendidikan juga memberi dukungan moril bagi siswa dan tenaga pendidik.

Bagi anak-anak di Tapanuli Tengah, langkah kecil ini menjadi penanda bahwa pendidikan tetap diperjuangkan, bahkan setelah bencana datang.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved