Polda Sumut

21 Alat Berat Dikerahkan, Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Sumut

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau kesiapan penanganan bencana di Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025).

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/IST
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo tiba di Mapolres Tapteng sela-sela meninjau kesiapan penanganan bencana di Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025). Polri mengerahkan 21 alat berat untuk mempercepat evakuasi, membuka akses terputus, dan mendukung pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Dedi Prasetyo mendorong percepatan penanganan bencana alam di Sumatera Utara dengan mengoptimalkan pengerahan alat berat di wilayah terdampak.

Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat evakuasi, membuka akses yang terputus, serta memulihkan infrastruktur pascabencana.

Dedi mengatakan, berdasarkan laporan Kapolda Sumatera Utara, sebanyak 21 alat berat telah dioperasionalkan di sejumlah titik rawan bencana.

Alat-alat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani dampak banjir, dan membuka kembali jalur transportasi masyarakat.

“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Bapak Kapolda di beberapa titik. Data terakhir, kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan,” kata Dedi di Medan, Rabu (31/12/2025).

Menurut Dedi, keberadaan alat berat menjadi kebutuhan mendesak dalam situasi darurat bencana, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur dan akses terisolasi.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga memfokuskan penanganan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.

Dedi menyebut, secara nasional terdapat ratusan titik fasilitas air bersih yang harus segera dibangun, termasuk di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara.

“Hingga saat ini, lebih dari 100 titik fasilitas air bersih sudah beroperasi. Ini terus kita percepat agar kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Polri berencana meresmikan sejumlah fasilitas air bersih di Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Dedi menegaskan, percepatan penanganan bencana merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri, yang bekerja cepat dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.

“Polri berkomitmen mendukung percepatan penanganan bencana dan memastikan masyarakat Sumatera Utara mendapatkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar secara maksimal,” kata dia.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved