Polres Madina

Kapolres Mandailing Natal Pastikan Pemulihan Pascabencana Cepat dan Terkendali

Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh memantau penyaluran bantuan sosial di Desa Muara Batang Angkola

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDANHO
Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh memantau penyaluran bantuan sosial di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Rabu (3/12/2025). Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mandailing Natal dan jajaran personel Polres serta Polsek setempat, mereka mengawal dan mengamankan kegiatan penyerahan bantuan bagi warga terdampak banjir, memastikan situasi tetap aman dan kondusif. 

TRIBUN-MEFDAN.COM, MANDAILING NATAL-Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Mandailing Natal bergerak cepat sejak awal pekan.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, melaporkan seluruh jalur yang sempat terputus kini kembali terbuka.

Warga yang sebelumnya mengungsi perlahan pulang, menyapu lantai rumah yang tertutup lumpur, menjemur kasur, dan mencoba menyambung ritme hidup yang sempat terhenti.

“Seluruh akses yang terdampak longsor sudah normal kembali. Arus kendaraan sudah bisa melintas tanpa hambatan,” ujar Arie dalam laporan resminya kepada Kapolda Sumut, Selasa pagi (2/12/2025).

Sejumlah desa yang sempat terendam mulai dari wilayah Batahan, Sinunukan, hingga pesisir Natal kini tampak lebih tenang. Sungai yang meluap pada akhir pekan kembali ke alur semula.

Jejak banjir masih tersisa di dinding rumah warga, tapi sebagian besar telah kembali beraktivitas. Toko-toko kecil di pinggir jalan membuka pintu, anak-anak tampak bermain di halaman, sementara orang dewasa membersihkan sisa lumpur di pekarangan.

Namun, sebagian warga di Desa Muara Batang Angkola dan Desa Batu Mundom belum bisa pulang. Mereka masih bertahan di posko darurat SD Negeri 037 Tangga Bosi III dan Kampung Padang, menunggu rumah mereka cukup aman untuk kembali ditinggali.

“Air memang sudah surut, tetapi pembersihan masih berlangsung,” kata Arie.

Empat posko utama masih beroperasi. Di sana aparat gabungan mendata kebutuhan, menyalurkan logistik, dan memantau perkembangan lingkungan sekitar.

Posko di Tangga Bosi III menjadi titik terpadat karena menampung warga dari desa-desa dataran rendah yang paling dulu terendam.

Bantuan dari Polres, Pemkab Madina, dan relawan terus mengalir. Beras, minyak goreng, telur, hingga pakaian layak pakai disebar ke desa-desa yang sempat terisolasi.

Pengungsi juga menerima kebutuhan lain seperti air mineral, perlengkapan mandi, susu, makanan siap konsumsi, hingga popok anak.

“Semua bantuan sudah kami dorong ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan,” ujar Arie.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga menambah kiriman logistik ke wilayah Sinunukan, yang sebelumnya mengalami luapan sungai paling besar.

Sehari sebelumnya, Arie bersama Bupati Mandailing Natal dan sejumlah pimpinan OPD turun langsung ke Tangga Bosi III.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved