PDI Perjuangan Sumut
Antusias Warga Warnai Cap Go Meh DPD PDIP Sumut di Medan: Persaudaraan Kebhinekaan Harus Dirawat
Malam itu, PDI Perjuangan Sumatera Utara menggelar perayaan Cap Go Meh sebagai bagian dari konsolidasi kebudayaan dan silaturahmi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Warna merah mendominasi Komplek Perumahan Cinta Kasih, Jalan AR Hakim, Selasa malam (3/3/2026).
Lampion dan ornamen etnik Tionghoa berbaur dengan bendera berlambang banteng moncong putih milik Partai PDI Perjuangan.
Di panggung sederhana yang dipadati warga, perayaan Cap Go Meh menjelma menjadi panggung rakyat, ruang temu antara tradisi dan politik kebangsaan.
Malam itu, PDI Perjuangan Sumatera Utara menggelar perayaan Cap Go Meh sebagai bagian dari konsolidasi kebudayaan dan silaturahmi dengan masyarakat Kota Medan.
Antusiasme warga terlihat sejak awal acara. Anak-anak berlarian di antara kursi plastik, para orang tua duduk berderet menanti hiburan, sementara kader partai menyatu tanpa sekat.
Salam dan apresiasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, disampaikan melalui Ketua DPD PDIP Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM, yang juga anggota Komisi XIII DPR RI.
Rapidin Simbolon hadir didampingi Ketua DPC PDIP Kota Medan, Hasyim, Wakil Ketua DPC Agus Setiawan, serta sejumlah politisi PDIP seperti Boydo Panjaitan, Sutrisno Pangaribuan dan juga roombongan partai wong cilik itu turut hadir menyapa warga.
Rapidin berdiri di hadapan warga, menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum merawat persaudaraan di tengah kemajemukan.
“Cap Go Meh adalah rangkaian penutup Tahun Baru Imlek yang identik dengan seni dan budaya Tionghoa. Tapi lebih dari itu, ini momentum kebersamaan dalam keberagaman masyarakat kita,” ujar Rapidin.
Ia menyebut, Indonesia dibangun di atas fondasi kebhinekaan. Karena itu, ruang-ruang kebudayaan harus terus dirawat sebagai simpul persatuan.
“Kita adalah satu kesatuan di bawah Bhinneka. Semoga di tahun Kuda Api ini, semua diberi keberhasilan dan kebhinekaan semakin terjaga,” katanya.
Acara dimeriahkan penampilan artis-artis lokal seperti Jay San (Medan), Ricky Liyanto (Tebing Tinggi), Yan Han Pheng (Medan), Mei Sing (Medan), Feni Goh (Medan), Fery Yu (Sei Rampah), dan Jewin (Medan). MC Amin memandu jalannya acara, sementara The One Dance dari Medan menampilkan koreografi enerjik yang mengundang tepuk tangan panjang.
Sorak-sorai memuncak saat barongsai dari kelompok Nam Hai Long Hu tampil lincah di depan panggung. Dentum tambur dan gerak dinamis barongsai menjadi simbol akulturasi yang telah lama hidup di Sumut di mana identitas etnik tak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.
Di tengah riuh panggung dan gemerlap lampion, pesan yang hendak ditegaskan sederhana politik tak melulu soal perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang merawat ruang kebudayaan sebagai perekat sosial.
"Di Medan yang majemuk, Cap Go Meh malam ini menjadi pengingat bahwa kebhinekaan bukan slogan, melainkan praktik sehari-hari yang harus dijaga bersama,"pesan Rapidin.(Jun-tribun-medan.com).
Pimpin PDI Perjuangan Sumut
Dipercaya Megawati Pimpin PDI Perjuangan Sumut
Sekjen DPD PDI Perjuangan Sumut
| Rapidin, Fraksi PDIP Komisi XIII: Teror terhadap Pembela HAM Tak Bisa Dianggap Kriminal Biasa |
|
|---|
| Ustadz Syahban Sihotang: Selain Ramadan, Saat Idul Adha PDIP Sumut Juga Bawa Sapi Kurban ke Sihotang |
|
|---|
| Benih Jagung P-32 dari PDIP Sumut Masuk Fase Panen di Samosir, Petani Berterima Kasih Pada Rapidin |
|
|---|
| Ketua PDIP Sumut Datangi Rumah Duka Kader di Onan Runggu: Kepedulian Pimpinan Menyentuh Akar Rumput |
|
|---|
| Buka Fit and Proper Test PAC Samosir, Ketua DPD PDIP Sumut: Kawal Konstitusi, Jaga Ideologi Partai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penegasan-pentingnya-merawat-persaudaraan-dan-kebhinekaan.jpg)