Pakpak Bharat

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Survei Jalan Nasional Pakpak Bharat–Subulussalam

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan nasional

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/DISKOMINFO PAKPAK BHARAT
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Dairi dengan Kota Subulussalam melalui wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini menyoroti pentingnya jalur sepanjang 41 kilometer yang menjadi koridor vital bagi konektivitas dan distribusi logistik di kawasan barat Sumatera. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Dairi dengan Kota Subulussalam melalui wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (15/4/2026).

Kunjungan ini menyoroti pentingnya jalur sepanjang 41 kilometer yang menjadi koridor vital bagi konektivitas dan distribusi logistik di kawasan barat Sumatera.

Jalur ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan tulang punggung utama perekonomian di empat daerah sekaligus: Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Pakpak Bharat.

Peran strategisnya terlihat dari intensitas lalu lintas truk pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit.

Setiap tahun, lebih dari 273 ribu ton Crude Palm Oil (CPO) melintasi jalan ini menuju berbagai tujuan distribusi.

Dengan demikian, kondisi jalan yang baik menjadi faktor penentu kelancaran arus barang dan stabilitas ekonomi regional.

jalan nasional yang menghubungkan Kota Subulussalam
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Dairi dengan Kota Subulussalam melalui wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini menyoroti pentingnya jalur sepanjang 41 kilometer yang menjadi koridor vital bagi konektivitas dan distribusi logistik di kawasan barat Sumatera.

Tantangan Geografis dan Infrastruktur

Namun, kondisi geografis jalur ini menghadirkan tantangan besar. Jalan sempit, berbelok, dan minim drainase berpadu dengan kontur wilayah yang berada di antara tebing curam, bibir jurang, serta tepi sungai.

Situasi ini diperparah oleh tingginya intensitas truk bertonase besar yang melintas setiap hari. Kombinasi faktor tersebut menjadikan jalur ini rawan kemacetan, kerusakan, bahkan kecelakaan.

Dalam survei tersebut, Bupati Franc Bernhard Tumanggor menegaskan bahwa pihaknya tengah mencari solusi terbaik bersama pemerintah daerah tetangga. 

Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Subulussalam, Asrul Assani, Kepala Dinas PU Kota Subulussalam Ir. Alhaddin, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Subulussalam, Jhoni Arizal.

Dari pihak Pakpak Bharat, turut mendampingi Plt. Kepala Dinas PUTRHub, Manotar Silalahi, ST, M.Si, dan Plt. Kepala Bappelitbangda, Harryson F. Sirumapea, M.Si.

JALUR PAKPAK-ACEH TERBARU
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Dairi dengan Kota Subulussalam melalui wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini menyoroti pentingnya jalur sepanjang 41 kilometer yang menjadi koridor vital bagi konektivitas dan distribusi logistik di kawasan barat Sumatera.

Bupati Franc Bernhard Tumanggor menjelaskan bahwa koordinasi lintas daerah sudah dilakukan, termasuk menyampaikan surat resmi kepada kementerian terkait dan bahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet. “Mudah-mudahan segera dapat solusi terbaik,” ujar Franc di lokasi.

Survei ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan penanganan jalan nasional yang berperan vital bagi ekonomi kawasan.

Solusi yang diharapkan mencakup pelebaran jalan, perbaikan struktur, serta pembangunan sistem drainase yang memadai.

Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah pusat, jalur ini diharapkan dapat lebih aman, lancar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah barat Sumatera.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Bupati Franc Tumanggor Bersama Pemprov Sumut dan Kemendagri Rakor Batas Wilayah Pakpak Bharat-Dairi

Baca juga: Pengembangan Gambir di Kabupaten Pakpak Bharat

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved