Berita Viral
NASIB Keluarga Karyawan PT Torganda yang Kena PHK, Uang Ratusan Juta Dibawa Kabur Pengacara
Pengacara inisial DT dilaporkan ke Polda Sumut atas kasus penggelapan uang pesangon karyawan PT Torganda
TRIBUN-MEDAN.com - Pengacara inisial DT dilaporkan ke Polda Sumut atas kasus penggelapan uang pesangon karyawan PT Torganda Kebun Tahuan Ganda dan Kebun Sibisa Mangatur.
Polda Sumut telah menerima laporan ini dengan nomor LP/B/263/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA 14 Februari 2026.
Tak tanggung-tanggung, pengacara ini membawa kabur uang pesangon karyawan ratusan juta.
Kuasa hukum para korban, Ronald menjelaskan, kasus ini bermula sejumlah Eks Karyawan PT Torganda menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melakukan tuntutan hukum.
Saat itu, proses ditangani atau diwakili DT dan rekan-rekan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan.
Sampai akhirnya hak-hak para eks Karyawan PT. Torganda didaftarkan dalam daftar tagihan kreditur Preferen berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga Medan Nomor.: 45/Pdt.Sus-PKPU-Pengesahan Perdamaian/2023/PN Niaga Medan pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 29 Februari 2024.
Dalam pelaksanaan putusan tanggal 26 April 2024 PT.
Torganda telah membayar secara tunai dan menyerahkan secara langsung hak-hak Pesangon Eks Karyawan
Baca juga: Polisi Olah TKP dan Usut Penyebab Terbakarnya Pabrik Sepatu Karet PT Yumeida di Deli Serdang
Baca juga: Diduga Gelapkan Pesangon Eks Karyawan PT Torganda Ratusan Juta, Pengacara Dilaporkan ke Polda Sumut
Beberapa diantaranya hak Indahwati Telaumbanua (ahli waris Meniati Gea) sebesar Rp 634.381.881 juta.
Kemudian, hak Damawati Laia (Ahli waris Jasmadi Laia dan Renawati Telaumbanua) sebesar Rp972.455.154 juta, dan Medila Zai sebesar Rp380.652.591, melalui DT dkk sebagai kuasa hukum di Kantor PT Torganda yang beralamat di Jl. Abdullah Lubis No.26, Medan Baru.
"Apesnya, dari nominal uang pesangon yang dibayarkan oleh Perusahaan, ternyata faktanya yang mereka terima sangat kecil, tidak sesuai dengan apa yang diberikan perusahaan,"kata Ronald, Sabtu (27/6/2026).
Ronald merinci, Indahwati Telaumbanua hanya menerima pembayaran uang pesangonnya yang diberikan DT secara tunai sebesar Rp74.500.000.
Padahal, diduga yang diberikan perusahaan untuk Indahwati sebesar Rp 634.381.881 juta.
Lalu, Damawati Laia hanya menerima pembayaran uang pesangonnya secara tunai sebesar Rp149.000.000, dari total Rp972.455.154.
Kemudian, korban bernama Medila Zai hanya menerima uang pesangonnya secara tunai sebesar Rp70.000.000, dari total Rp380.652.591.
| DOKTER Icha Tinggalkan Surat Wasiat Sebelum Tewas Gantung Diri Usai Ngaku Diintimidasi Anggota DPRD |
|
|---|
| DALAM SEPEKAN, 2 Pabrik Terbakar di Medan: Pabrik Mainan di Johor dan Pabrik Sepatu di Sunggal |
|
|---|
| SOSOK AKP Nanang Polisi Viral Bagi-bagi Cilok ke Sopir Truk Antre Solar yang Kian Langka |
|
|---|
| USAI Diintimidasi Dua Anggota DPRD, Dokter Icha Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Kamarnya |
|
|---|
| OGAH Putus Usai Ketahuan Goda Istri Orang, Pria Nekat Bakar Diri Bersama Pacar, Mau Sehidup Semati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-gedung-Sentra-Pelayanan-Kepolisian-Terpadu-SPKT-Polda-Sumut.jpg)