Berita Viral
10 RIBU Relawan Ancam Geruduk Jakarta Buntut MBG Disetop Selama Libur Sekolah dan Tak Dapat Insentif
Puluhan ribu relawan MBG dan pekerja dapur ancam geruduk Jakarta buntut makan gratis disetop selama libur sekolah dan tak dapat insentif
TRIBUN-MEDAN.COM – Ribuan relawan MBG dan pekerja dapur siap geruduk Jakarta buntut makan gratis disetop selama libur sekolah dan tak dapat insentif.
Adapun puluhan ribuan relawan dan pekerja dapur MBG akan turun ke Jakarta buntut penghentian makan gratis selama libur sekolah.
Serikat Pekerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Jawa Barat bahkan mengancam menggelar aksi besar-besaran pada 29 Juni 2026 mendatang.
Massa aksi diperkirakan mencapai puluhan ribu orang yang berasal dari berbagai daerah.
Perwakilan Serikat Pekerja MBG Jawa Barat, Muhammad Yusuf Miharja, mengatakan aksi unjuk rasa nanti ditargetkan melibatkan sekitar 200 bus dengan jumlah peserta mencapai 10.000 orang.
Baca juga: Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Taufik Hidayat Penyiksa Pacar di Bandung, Hadiah Rp 250 Juta
“Ada informasi dari Banten, Jakarta, dan beberapa daerah di Jawa Tengah yang juga mulai melakukan konsolidasi,” ujarnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa gelombang protes terhadap kebijakan penghentian dapur MBG mulai meluas ke berbagai daerah, tidak hanya di Jawa Barat.
Ia mengatakan keputusan menghentikan operasional dapur MBG selama sekolah libur menimbulkan tanda tanya besar di kalangan relawan dan pekerja lapangan.
Tak hanya soal distribusi makanan, penghentian operasional dapur SPPG juga berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi para pekerja dan relawan MBG.
Yusuf menjelaskan, selama dapur tidak beroperasi, para relawan maupun penanggung jawab lapangan atau PIC tidak menerima insentif. Akibatnya, banyak pekerja mulai mengalami tekanan ekonomi.
“Kalau dapur tidak beroperasi, otomatis tidak ada insentif bagi relawan maupun PIC. Ini menjadi hambatan ekonomi bagi para pekerja,” katanya.
Situasi itu membuat keresahan semakin meluas, terutama bagi para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional dapur MBG.
Ia juga menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan tujuan awal program MBG yang sebelumnya disebut memprioritaskan kelompok rentan atau B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“BGN sebelumnya menyampaikan bahwa prioritas program adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Tapi saat sekolah libur, distribusi untuk kelompok itu juga ikut dihentikan. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” kata Yusuf.
Kondisi tersebut dinilai membingungkan para relawan karena kelompok penerima manfaat non-pelajar justru ikut terdampak penghentian layanan.
Baca juga: Ungkap Pencurian Kabel di KEK Sei Mangkei, Polsek Bosar Maligas Tangkap Tiga Pelaku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aktivitas-Dapur-MBG-Polres-Pematangsiantar.jpg)