Berita Viral
PILU Ibu Bunuh Anaknya, Ditemukan Warga Pelaku Sedang Duduki Tubuh Putrinya, Tangan Korban Dipegangi
Di dalam rumah itu, warga mendapati sang ibu, Djasmina Raihan Elisa, bersama suaminya Wahyu, korban Amira Azzahra, serta kakak korban.
TRIBUN-MEDAN.com - Pilu ibu bunuh anaknya.
Saat ditemukan warga, pelaku sedang duduki tubuh putrinya.
Sementara tangan korban dipegangi oleh kakaknya.
Baca juga: Oknum ASN Biro Perekonomian Sumut Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba Vape, Ini Kata Gubsu Bobby
Peristiwa ini terjadi di Dusun Kelampaian, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.
Korban merupakan seorang bocah perempuan bernama Amira Azzahra.
Ia ditemukan dalam rumah yang ditinggali pelaku bersama keluarganya di sebuah rumah pekerja kebun di kawasan Kebun Delima.
Baca juga: Sosok Luke Thomas, Warga Australia Ditunjuk jadi Bos BUMN Baru Danantara Sumberdaya Indonesia
Rumah papan yang ditempati keluarga korban berada di deretan rumah pekerja kebun, saling berdempetan memanjang ke samping.
Warga mengaku tidak menyangka rumah nomor 5 itu menyimpan kejadian tragis yang akhirnya membuat satu kampung terpukul.
Selasa malam (19/5/2026), warga sekitar pun menggelar tahlilan hari ke-7. Ini dilakukan untuk mengenang korban.
Mandor kebun, Dadang, masih mengingat jelas detik-detik warga mendobrak pintu rumah pada Rabu sore (14/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca juga: KAI Bandara Sediakan 107 Ribu Kursi untuk Sambut Libur Idul Adha 2026
Di dalam rumah itu, warga mendapati sang ibu, Djasmina Raihan Elisa, bersama suaminya Wahyu, korban Amira Azzahra, serta kakak korban.
"Saat pintu rumah itu kami dobrak, itu korban sudah meninggal. Posisi ibunya menduduki anaknya yang jadi korban. Tangan ibunya juga megang rambut korban," kata mandor di kebun tersebut, Dadang pada Tribunpekanbaru.com, Selasa (19/5/2026).
Pendobrakan dilakukan tetangga sekitar pukul 17.00 wib. Kala itu, penasaran tetangga sudah memuncak atas apa yang sebenarnya terjadi didalam rumah tersebut.
Jendela rumah selalu ditutup. Begitu gorden jendela menutupi jendela. Sehingga warga tidak atau apa yang terjadi didalam tersebut.
"Kalau posisi kakanya itu megang tangan korban. Kalau suaminya duri-duri saja," tambah Candra, tetangga korban.
Aktifitas di rumah itu dalam dua hari belakangan sebelum kejadian memang membuat warga sekitar bertanya-tanya.
Sebab pintu rumah dan jendela terus tertutup.
Baca juga: Ladies Pool League Sumut Seri II Resmi Digelar, Jadi Ajang Kebangkitan Atlet Biliar Putri
Menurut pengakuan warga, korban tidak ada terlihat sakit sama sekali.
Bahkan pada pagi hari saat hari naas nyaa yakni Rabu, tetangga masih melihat korban bermain handphone dalam keadaan sehat.
Hanya saja, yang sakit saat itu adalah ibunya. Ia disebut kesurupan.
Kesurupan sang pelaku terjadi pada Selasa (12/5/2026). Saat itulah pintu rumah dan jendela terus tertutup.
Baca juga: KAI Bandara Sediakan 107 Ribu Kursi untuk Sambut Libur Idul Adha 2026
"Setiap kali kami tanya itu suaminya selalu bilang, "itu tidak urusan mu. Pergi kau". Selalu seperti itu ngomongnya sama kami," kata Candra yang diamini warga lainnya.
Pada Selasa itu, seorang pekerja kebun tersebut bernama Udin, membantu tersangka.
Katanya, si Udin ini bisa menyembuhkan hal-hal mistis tersebut.
Kecurigaan warga pun sirna kala informasi Udin yang menyebut pelaku Kesurupan dan sedang diobati.
Sehingga warga bisa memaklumi pintu rumah selalu tertutup.
Warga memang mendengar suara erangan kesakitan. Namun warga yakin itu suara si pelaku.
"Bukan suara korban. Suami pelaku. Karena katanya sedang diobatin kan," ujarnya.
Keesokan harinya, Rabu (13/5/2026), warga semakin curiga. Sebab pintu rumah tetap tertutup. Saat itu Udin tidak berada di dalam rumah pelaku.
"Tapi Udin bilang sedang diobati. Ada orang dijemput suaminya, katanya. Tapi saat kami dobrak itu, ngak ada orang lain. Hanya mereka saja," kata Dadang.
Dadang sempat memberi perintah kepada pekerja lain untuk menghentikan pekerjaan sekitar pukul 10.00 wib. Tujuannya agar warga bisa membantu keluarga tersebut.
Namun omongan Wahyu membuat warga mengurungkan niat membantu keluarga tersebut. Kata-kata, " itu tidak urusan mu. Pergi kau" membuat warga balik kanan.
Namun menjelang pukul 17.00 wib, warga memberanikan diri untuk mendobrak pintu. Saat itulah mereka temukan korban sudah diduduki sang ibu.
"Kami tarik pelaku itu dari korban. Memang sudah," terang Dadang.
Warga juga menyaksikan wajah korban sudah lebam. Diperkirakan habis dipukul.
"Kami juga mengeluarkan rambut dari mulut korban. Entah apa yang terjadi sama korban dibuat pelaku itu," kata Herman Vijay, warga lainnya.
Para tetangga korban pun sedikit menyesal. Sebab terlambat mendobrak pintu. Bila warga lebih cepat mendobrak pintu, korban diperkirakan bisa selamat.
"Sayang kali. Kalau lebih cepat lagi kami dobrak itu, bisa selamat itu korban," keluh warga dengan nada penyesalan.
Diperiksa Kejiwaan
Ibu kandung yang menganiaya anaknya hingga tewas di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, diperiksa kejiwaannya.
Pelaku melakukan pemukulan, menyumpal mulut korban dengan rambut, ikat rambut dan kertas.
Korban sempat berteriak meminta tolong hingga terdengar oleh warga di sekitar tempat tinggalnya.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Rohul, AKP Yohanes Tindaon menyebut, pelaku dibawa ke RSUD Rohul untuk diperiksa kejiwaannya.
"Pelaku dibawa ke RSUD Rohul untuk diperiksa kejiwaannya," kata Yohanes saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (18/6/2026).
Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak.
Sebab, tindakan yang dilakukan pelaku terhadap anak berusia 11 tahun itu, diluar akal sehat.
Yohanes menyebut, sebelum dibawa ke rumah sakit, pelaku diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Rohul.
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PILU-Ibu-Bunuh-Anaknya-Ditemukan-Warga-Pelaku-Sedang-Duduki-Tubuh-Putrinya-Tangan-Korban-Dipegangi.jpg)