Berita Viral

Pengakuan Natalius Pigai Usai Nonton Film Pesta Babi, Tapi Nobar di Sejumlah Daerah Dibubarkan

Nobar (Nonton Bareng) pemutaran film dokumenter Pesta Babi mendapat gangguan di berbagai tempat.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/FITRI RACHMAWATI
NOBAR DIBUBARKAN: Mahasiswa mempertanyakan pihak Rektorat Universitas Mataram membubarkan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi, Kamis malam (7/5/2026) di Kampus Unram. Di sejumlah daerah Nobar Film ini berjalan lancar. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai pun mengaku telah menonton film dokumenter Pesta Babi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nobar (Nonton Bareng) pemutaran film dokumenter Pesta Babi mendapat gangguan di berbagai tempat.

Padahal, pemerintah sendiri menegaskan tidak melarang Nobar film 'Pesta Babi'.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mengaku telah menonton film dokumenter Pesta Babi.

“Saya sudah nonton,” kata Pigai kepada wartawan usai menghadiri Kelas Jurnalis HAM di Green Forest Resort, Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (20/05/2026).

Namun ketika ditanya lebih lanjut bagaimana pendapatnya soal film tersebut, mantan Komisioner Komisi Nasional HAM itu berkilah.

“Tanggapannya menurut kamu gimana?” Pigai balik bertanya.

MENTERI HAM RI: Menteri HAM Natalius Pigai pada Acara Festival Nomensen di Aula Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Jalan Sutomo, Medan, Jumat (14/3/2025).
MENTERI HAM RI: Menteri HAM Natalius Pigai pada Acara Festival Nomensen di Aula Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Jalan Sutomo, Medan, Jumat (14/3/2025). (TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN)

Ia pun menegaskan, sebagai Menteri HAM dirinya sudah menyatakan pendapatnya.

Sehingga tidak perlu ditanyai lebih lanjut.

“Yang berani menyatakan pendapat terhadap pesta babi itu adalah Menteri HAM. Maka tidak perlu diminta tanggapannya bagaimana,” pungkasnya.

Film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" menyoroti perampasan jutaan hektare hutan adat di Papua Selatan untuk proyek strategis nasional, seperti food estate dan perkebunan.

FILM DOKUMENTER- Dandhy Laksono bersama Cypri Jehan Paju Dale (antropolog & peneliti budaya Papua) baru saja merilis film dokumenter Pesta Babi. Film ini menggambarkan kolonialisme di era kekinian yang berdampak pada kehidupan masyarakat suku Papua Selatan.
FILM DOKUMENTER- Dandhy Laksono bersama Cypri Jehan Paju Dale (antropolog & peneliti budaya Papua) baru saja merilis film dokumenter Pesta Babi. Film ini menggambarkan kolonialisme di era kekinian yang berdampak pada kehidupan masyarakat suku Papua Selatan. (X/Dandhy Laksono)

 

Film Karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini mengangkat dampak deforestasi terhadap masyarakat adat Papua serta dugaan keterlibatan aparat.

 Penggusuran hutan besar-besaran untuk cetak sawah dan perkebunan tebu/sawit yang mengancam ruang hidup, sungai, dan sumber makanan tradisional warga Papua.

 Penggusuran hutan besar-besaran untuk cetak sawah dan perkebunan tebu/sawit yang mengancam ruang hidup, sungai, dan sumber makanan tradisional warga Papua.

 Penayangan dan diskusi film ini menuai polemik di berbagai daerah, termasuk pembubaran acara nonton bareng (nobar) oleh aparat keamanan setempat.

Pemerintah tak pernah Melarang Nobar 'Pesta Babi'

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved