Internasional

SKANDAL Bisnis Keluarga Jadi Sorotan, Putra Pendiri Mango Ditangkap atas Kematian Ayahnya

Kasus kematian pendiri perusahaan mode Mango, Isak Andic, kembali menjadi perhatian internasional.

Tayang:
(X/LCI)
JONATHAN ANDIC DITANGKAP - Putra pendiri Mango, Jonathan Andic, ditangkap dalam penyelidikan baru di Spanyol atas kematian ayahnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Skandal bisnis keluarga dari perusahaan mode Mango menjadi sorotan usai Jonathan Andic ditangkap atas kematian ayahnya.

Kasus kematian pendiri perusahaan mode Mango, Isak Andic, kembali menjadi perhatian internasional.

Terkini, putranya sendiri, Jonathan Andic, ditangkap dalam penyelidikan baru di Spanyol.

Dikutip dari CNN, Jonathan Andic ditahan pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat terkait kematian ayahnya yang terjadi saat pendakian di kawasan pegunungan dekat Barcelona pada Desember 2024.

Isak Andic diketahui tewas setelah jatuh ke jurang sedalam sekitar 150 meter ketika mendaki bersama Jonathan.

Baca juga: Susu Formula Masuk Program MBG, IDAI Kirim Surat Terbuka Buat BGN, Soroti Pentingnya ASI

Kasus Dibuka Kembali

Associated Press melaporkan polisi sempat menutup kasus tersebut karena dianggap sebagai kecelakaan.

Namun, penyelidikan dibuka kembali pada Maret 2025 setelah muncul perkembangan baru.

“Kasus ini sedang diselidiki sebagai kemungkinan pembunuhan,” demikian pernyataan Pengadilan Tinggi Barcelona yang dikutip CNN.
 
Jonathan Andic yang kini menjabat wakil ketua Mango menjadi satu-satunya saksi dalam insiden tersebut.

Baca juga: Bandar Narkoba Asal Aceh Diringkus di Langkat, Polisi Sita 665 Gram Sabusabu

Pengadilan di Martorell, Spanyol, menetapkan uang jaminan sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar yang langsung dibayarkan pihak Jonathan.

Selain itu, hakim juga memerintahkan Jonathan menyerahkan paspor dan wajib melapor setiap pekan.

Konflik Bisnis Ayah dan Anak

New York Post melaporkan hubungan Jonathan dan Isak Andic sempat memanas akibat persoalan bisnis keluarga.

Jonathan pernah dipercaya menjadi CEO Mango pada 2012 ketika sang ayah pensiun dari operasional perusahaan.

Namun, media Spanyol El Pais menyebut keputusan Jonathan menunjuk pihak luar sebagai direktur keuangan menyebabkan perusahaan merugi hingga sekitar 116 juta dolar AS dalam tiga tahun.

Situasi tersebut membuat Isak kembali turun tangan memimpin Mango sebelum akhirnya mencopot Jonathan dari jabatan CEO pada 2020.

Baca juga: Menteri Pigai Bilang Indonesia Negara Aman: Saya Naik Motor Sendiri Tidak Pernah Ada yang Ganggu

Meski demikian, sumber El Pais mengatakan hubungan pribadi keduanya tetap dekat.

“Mereka tetap makan bersama hampir setiap Sabtu dan bahkan berolahraga bersama,” tulis laporan tersebut.

Juru bicara keluarga Andic membantah Jonathan terlibat dalam kematian sang ayah.

“Tidak ada bukti sah terhadap dirinya, dan tidak akan pernah ditemukan,” kata perwakilan keluarga seperti dikutip New York Post.

Reuters juga melaporkan keluarga yakin Jonathan tidak bersalah dan disebut bekerja sama penuh dengan pihak berwenang selama proses penyelidikan berlangsung.

Mango Tetap Jadi Raksasa Fesyen Dunia

Isak Andic mendirikan Mango pada 1984 setelah keluarganya pindah dari Turki ke Spanyol.

Perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu merek fesyen terbesar di Eropa dan pesaing utama Zara.

AP melaporkan Mango kini memiliki sekitar 2.900 toko di 120 negara dengan pendapatan mencapai 3,8 miliar euro pada 2025.

Menurut Forbes, kekayaan Isak Andic saat meninggal dunia mencapai sekitar 4,5 miliar dolar AS.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved