Berita Viral

Tanggapan Pemerintah soal Ditangkapnya 9 Warga Indonesia oleh Militer Israel

Pemerintah angkat bicara terkait penangkapan 9 warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dari kapal Global Sumud Flotilla

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
Instagram @sugiono_56
MENLU RI - Menteri Luar Negeri, Sugiono 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah angkat bicara terkait penangkapan 9 warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dari kapal Global Sumud Flotilla.

DICEGAT ISRAEL - Detik-detik sejumlah kapal Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza, Senin (18/5/2026) dicegat (mengalami interception) oleh pasukan Israel .
DICEGAT ISRAEL - Detik-detik sejumlah kapal Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza, Senin (18/5/2026) dicegat (mengalami interception) oleh pasukan Israel . (Tangkapan layar)

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa penangkapan 9 warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel bukan merupakan kasus penculikan ataupun penyanderaan. 

 

Hingga rabu dini hari, jumlah WNI yang terkonfirmasi ditangkap oleh otoritas militer Israel terus melonjak dari semula 5 orang menjadi 9 orang.

 

“Berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya, yang (Global Sumud Flotilla) 1.0 juga waktu itu, itu dideportasi. Itu tidak ada, saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan,” ujar Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

 

Dijelaskan Sugiono, penangkapan tersebut murni merupakan bentuk interseptasi militer terhadap kapal yang nekat menerobos jalur blokade laut.

 

“Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini di-intercept karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apa pun masuk ke wilayah tersebut untuk, kepentingan apa pun," ujar Sugiono.

 

Sugiono menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memonitor perkembangan situasi di lapangan sejak laporan pertama diterima. Pihaknya juga telah menginstruksikan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di Timur Tengah untuk bergerak cepat mengamankan kepulangan para WNI.

 

Menlu Sugiono mengaku dirinya telah mengontak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di beberapa negara tetangga untuk membuka jalur komunikasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi fisik dan posisi penahanan sembilan WNI tersebut berada dalam status aman.

 

"Saya sendiri sudah menghubungi kedutaan kita atau perwakilan kita untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Jordan, Turki, Mesir untuk pertama mencari informasi yang akurat terkait posisi dan situasi dan keadaan dari saudara-saudara kita yang ditangkap," pungkasnya.

 Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa vidio pernyataan mereka ditangkap.

Sembilan WNI tersebut yakni:

  •  Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef
  •  Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk
  •  Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
  • Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk
  • Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize
  • Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro
  • Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1
     

 (*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved