Berita Viral

Kala Pidato Prabowo Bikin IHSG Anjlok, Padahal Sempat Menguat Rabu Pagi, Begini Kata Pengamat

IHSG dibuka pada level 6352,2 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6459,5 pada pukul 10.00 WIB sebelum Prabowo berpidato

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribunnews.com
RAPAT PARIPURNA DPR - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Rapat paripurna DPR beragendakan antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (Tribunnews.com/Irwan Rismawan) 

TRIBUN-MEDAN.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah pada penutupan sesi perdagangan Rabu (20/5/2026). 

Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 6318,5 atau turun sebesar 52,179 poin atau 0,82 persen.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan Rabu. 

IHSG dibuka pada level 6352,2 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6459,5 pada pukul 10.00 WIB sebelum Presiden Prabowo Subianto berpidato tentang Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) di APBN 2027, dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Namun, pidato Prabowo terkait arah kebijakan ekonomi dan rencana pembentukan badan ekspor komoditas Indonesia tidak mampu mengerek IHSG.

Bahkan, IHSG anjlok lagi ke level 6.215 poin saat pidato berlangsung. 

Baca juga: Prabowo Mengaku Terpukul Terima Data Jumlah Rakyat Miskin Naik, kok BPS Selalu Bilang Turun?

Pengamat ekonomi Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi mengatakan, pidato yang disampaikan Prabowo di hadapan ratusan anggota DPR hari ini adalah arah kebijakan yang sifatnya proyeksi atau asumsi makro di dalam APBN tahun 2027. 

Sayangnya, asumsi makro biasanya memiliki kerentanan yang lebih besar. 

Hal inilah yang membuat investor asing memutuskan untuk menarik investasi mereka sehingga membuat IHSG anjlok. 

"Secara implisit itu menunjukkan ketidakpercayaan diri sebenarnya. Padahal yang ditunggu pasar sebenarnya respons jalan jangka pendek karena volatilitas cenderungnya tinggi," terang Acuviarta, Rabu (20/5/2026). 

Menurutnya, pasar menginginkan agar Pemerintah Indonesia mengoreksi kebijakan fiskal melalui pengurangan anggaran belanja untuk program-program tertentu yang sifatnya bisa ditunda. 

Dengan begitu, pasar akan merasa diyakinkan bahwa APBN Indonesia bisa lebih prudent dan efisien. 

"Tadi kita lihat Menteri Keuangan Purbaya sudah menyampaikan akan ada pengurangan terkait belanja-belanja yang sifatnya bisa di-reschedule, terutama kaitannya dengan program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih," kata Acuviarta. 

Kendati demikian, sinyal tersebut tidak disampaikan oleh Prabowo di dalam pidatonya hari ini. 

Prabowo terkesan tidak memberikan banyak perubahan terkait dengan programnya saat ini. 

Menurut Acuviarta, tindakan tersebut mencerminkan bahwa Pemerintah Indonesia cenderung menolak kritik dan keinginan pasar. 

Penyebab IHSG Melemah 

Selama ini, pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh fundamental dan sentimen.

Dari sisi fundamental, Acuviarta memperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan emiten merasa terganggu dengan kondisi keuangan pemerintah Indonesia.

Sementara dari segi sentimen, salah satunya faktor pemicunya adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mencoret 18 saham Indonesia dari indeks global pada Rabu (13/5/2026). 

IHSG yang ditutup melemah juga dipengaruhi oleh nilai tukar Rupiah yang masih rendah hingga hari ini. 

Dilansir dari data Bloomberg, Selasa (19/5/2026) pukul 09.56 WIB, Rupiah berada di level Rp 17.717 per dollar AS. 

Angka itu melemah 49 poin atau 0,28 persen dibanding penutupan sebelumnya Rp 17.668 per dollar AS. 

Acuviarta menilai, apa yang dialami kondisi perekonomian RI saat ini tidak direspons dengan sigap oleh pemerintah. 

"Perubahan-perubahan terkait kebijakan pemerintah yang diharapkan oleh pasar juga direspons dengan lambat," kata dia. 

Dalam pidato Prabowo pun, Acuviarta berkata bahwa pemerintah belum memberikan kebijakan yang benar-benar out of the box dan bisa meyakinkan pasar.

"Tentu saya kira tekanan akan terus berlanjut. Dan aksi jual pun satu hal yang sangat mungkin karena faktor sentimennya tadi yang memang sedang meningkat," ungkapnya. 

Acuviarta memperkirakan, penurunan IHSG masih akan berlanjut hingga beberapa minggu ke depan. 

Dia menilai, belum ada langkah konkret dari pemerintah dan lembaga Indonesia untuk memulihkan IHSG. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved