Berita Viral

Pengakuan Putri Ahmad Bahar Usai Bertemu Hercules, Fakta Baru Tuduhan Pesan Pengancaman

Ilma Sani Fitriana, putri penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar angkat bicara setelah sempat dibawa massa anggota GRIB Jaya.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Gita Irawan/Tribunnews.com
PUTRI AHMAD BAHAR - Putri penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat pada Selasa (19/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ilma Sani Fitriana, putri penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar angkat bicara setelah sempat dibawa massa anggota GRIB Jaya.

Ahmad Bahar meluruskan apa yang terjadi setelah dirinya bertemu dengan Ketua Umum GRIB Jaya Rosario De Marshall alias Hercules.

 Ilma Sani Fitriana dituduh mengirim pesan ancaman ke Ketua Umum GRIB Jaya Rosario De Marshall alias Hercules dari media sosial.

Konten di media sosial TikTok anaknya juga menyinggung Hercules dengan Amien Rais.

DIGERUDUK - Penulis Ahmad Bahar saat memperlihatkan buku karya terbarunya, Jumat (30/1/2026) Ahmad Bahar, penulis buku jadi sorotan usai rumahnya digeruduk oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026)
DIGERUDUK - Penulis Ahmad Bahar saat memperlihatkan buku karya terbarunya, Jumat (30/1/2026) Ahmad Bahar, penulis buku jadi sorotan usai rumahnya digeruduk oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) (Tribunjogja.com/Miftahul Huda)

Gara-gara konten tersebut, rumah Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat didatangi massa dari Ormas GRIB Jaya pada Minggu(17/5/2026). 

 Ilma mengaku sempat dibawa ke markas GRIB Jaya di daerah Kedoya Jakarta Barat di hari ulang tahunnya .

Whatsapp Diretas

Ilma bercerita awalnya akun Whats App-nya diretas pada Kamis (14/5/2026).

Ia mengungkapkan saat Magrib di hari itu sekira tiba-tiba muncul notifikasi di akun Whats App-nya yang meminta kode verifikasi atau OTP ketika ia sedang melakukan obrolan via teks dengan temannya.

Dia lalu meninggalkan ponselnya selama beberapa saat.

Tiba-tiba akun Whats App Ilma keluar dari sistem.

Karena bingung, ia mencoba masuk kembali ke akunnya.

Saat itu, sempat ada pemberitahuan akun itu masuk ke perangkat lain, padahal ponselnya hanya satu-satunya.

Dia lalu mencoba terus untuk masuk kembali ke akun Whats App-nya.

Akan tetapi, karena belum juga berhasil Ilma bahkan sempat menguhubungi provider yang digunakan di ponselnya untuk mengetahui cara agar bisa kembali masuk ke akun Whats App-nya.

Ia lalu memberitahu temannya via media sosial Instagram terkait hal itu.

Saat itu, dirinya belum tahu bahwa akun Whats App-nya diretas.

Lalu temannya heran karena sempat melakukan obrolan via teks dengan nomor Whats App Ilma.

"Terus dia bilang lho, ini barusan saya chat sama siapa? Lho, saya juga enggak tahu orang saya ini enggak bisa. Dia kasih unjuk, ada kata-kata kasar yang menurut saya ya itu enggak bagus gitulah pokoknya," ungkap Ilma saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Jakarta Pusat pada Selasa (19/5/2026). 

Sekira pukul 20.00 WIB, lanjut ya, ia berhasil masuk kembali ke akun Whats App-nya.

Namun, muncul pemberitahuan sistem yang menyatakan harus menunggu beberapa waktu untuk meninjau akun.

Akan tetapi, sebelum pemberitahuan itu muncul ada nomor yang mengirim pesan.

"Ngapain kamu ngatain Saudara saya?" ucap Ilma mengigat pesan yang diterimanya.

Karena bingung, ia membiarkan pesan itu hingga keesokan paginya.

Keesokan paginya, ia mendapat pesan balasan terhadap pesan yang diduga dikirim oleh peretas akun Whats App-nya dari nomor tak dikenal yang menanyakan maksudnya.

"Nah dari situ saya kulik, memangnya saya jam segini sampai jam segini itu nomor ini kira-kira kirim apa?" Akhirnya di-screenshot, dikasih screenshot-nya dan ada empat video yang berhubungan dengan Bapak. Barulah saya di situ tahu oh ini ada hubungannya sama
bapak nih," ujarnya.

"Akhirnya saya kasih tahulah Bapak. Pak ini ada video ternyata berhubungan sama Bapak berarti yang di-hack kemarin itu ada hubungannya sama Bapak," imbuh dia.

Kemudian, kata dia, beberapa saat kemudian datang anggota GRIB Jaya yang datang untuk minta klarifikasi apa benar Ilma dan Bahar yang mengirim video itu.

Ia lalu menjelaskan bahwa akun Whats App-nya diretas.

"Terus saya pikir kan sudah selesai
masalahnya. Ternyata hari Minggu siang anggota GRIB itu datang lagi ke rumah.
Posisinya yang sudah dijelaskan tidak ada Bapak dan Ibu di rumah. Terus mereka enggak percaya kan kalau Bapak enggak ada di rumah," kata Ilma.

Salah seorang anggota GRIB Jaya itu lalu memintanya untuk menemaninya masuk ke rumah guna mencari keberadaan ayahnya.

Karena di rumah tidak ada kedua orang tuanya, ia lalu mendampingi seorang anggota GRIB Jaya itu masuk ke dalam rumah.

"Saya tahu kalau memang sebetulnya orang masuk ke rumah itu enggak boleh, tapi kan ya bagaimana saya bingung harus apa, karena posisinya di situ belum ada ketua RT, belum ada
ketua RW segala macam keamanan juga enggak ada," ujarnya.

"Terus setelah itu baru mereka meminta
saya untuk ikut ke kantor GRIB yang ada di Kedoya, Jakarta, Kebon Jeruk," imbuhnya.

Ilma mengaku awalnya tidak mau karena kan di rumah tidak ada orang yang mereka cari yakni ayahnya.

Dia pun heran mengapa dirinya yang harus dibawa ke markas GRIB Jaya di Kedoya.

Padahal, ia sudah sempat mengklarifikasi terkait peretasan yang dialaminya beberapa hari sebelumnya ke anggota GRIB Jaya yang sempat mendatangi rumahnya.

Setelah sempat mengulur waktu dengan menghubungi orang tuanya, kata dia, datangla Ketua RW setempat.

Saat itu, kata dia, anggota GRIB Jaya masih terus memintanya dan meyakinkannya untuk datang ke markas GRIB Jaya.

Saat itu, ia tetap menolaknya.

"Akhirnya setelah Pak RW datang Pak RW bicara sama saya 'sudah Mbak enggak apa-apa saya dampingi' begitu ya sudah akhirnya ya mau enggak mau saya terpaksa ikut mereka ke kantor GRIB," tuturnya.

"Itu perjalanan sekitar jam 05.00 sampai sana itu Magrib. Ya sampai sana akhirnya menunggu Pak Hercules datang. Nah setelah Pak Hercules datang bicara dengan saya juga, kita saling bertatap. Pak Hercules masih tetap tidak percaya bahwa akun saya di-hack. Ya untuk apa saya untuk apa juga kan saya mengancam-ngancam
beliau beserta istrinya," ujar dia.

Saat itu, kata Ilma, Hercules menanyakan alasannya mengancam dirinya dan istrinya.

Ilma pun mengatakan bahwa yang mengancam bukanlah dirinya karena akun Whats App-nya diretas.

"Beliau tetap tidak percaya. Jadi pokoknya di sana ya saya merasa, merasa tertekan ya terintimidasi," pungkasnya.

Sampaikan Pengaduan ke LPSK

Terkait hal itu, Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, mengungkapkan akan secepatnya menyampaikan pengaduan ke pihak LPSK.

Ia berencana tim hukum yang mendamping Ahmad Bahar akan disampaikan ke pihak LPSK dan sejumlah lembaga lain termasuk Komnas Perempuan pada Kamis (21/5/2026) pekan ini.

"Tentu kami dalam waktu dekat akan meminta perlindungan hukum ke Mabes Polri termasuk jaminan keamanan, jangan sampai peristiwa kemarin dua hari berturut-turut terulang kembali," ujar Gufroni.

"Tentu saja kita kita akan menggunakan cara-cara yang konstitusional. Dan kita berharap kepada aparat kepolisian untuk secara aktif menjamin keselamatan warga negara," pungkasnya.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

 

Baca juga: Tampang Wajah AKP Deky Diborgol Digiring ke Bareskrim, 2 Perwira Terjerat Kasus Narkoba Dipecat

 

Baca juga: Satpam Dapur MBG Dibacok dan Ditembak Pria Bersenjata hingga Motor Nyaris Dirampas

Sumber: tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved