Berita Viral
CURHATAN Purbaya Selama Jadi Menteri, Ngaku Lelah ke Istri dan Kerap Tak Bisa Tidur Nyenyak
Kepada sang istri, Menkeu Purbaya ternyata kerap berkeluh kesah soal pekerjaan hingga permasalahan yang ia alami
TRIBUN-MEDAN.COM – Terungkap curhatan Menkeu Purbaya selama jadi menteri.
Adapun sang istri Ida Yulidina mengungkap curhatan suaminya Purbaya selama menjadi Menteri Keuangan.
Dimana kepada sang istri, Purbaya mengaku lelah dan sering dilema.
Tak hanya itu, Purbaya juga kerap tak bisa tidur nyenyak.
Kepada sang istri, Purbaya ternyata kerap berkeluh kesah soal pekerjaan hingga permasalahan yang ia alami.
Karenanya, Ida tahu betul sumber stres atau hal-hal yang membuat Purbaya tertekan secara batin selama jadi Menteri.
Diungkap Ida, ia menyadari betul pentingnya tugas seorang istri menteri.
Baca juga: Sosok AKP Deky Jonatan Sasiang Dipecat dari Polisi dan Dijebloskan ke Sel, Lindungi Bandar Narkoba
Lantaran hal itu, Ida telah mempersiapkan diri untuk selalu mendengarkan cerita Purbaya kapanpun.
Di samping itu, Ida merasa perlu menjadi sosok yang turut mempengaruhi Purbaya dalam mengambil kebijakan terkait dengan perekonomian bangsa.
Sebab kata Ida, seorang istri itu adalah sosok yang paling dekat dengan rakyat.
"Sebagai pendamping bapak Menkeu sih harus banyak mendengarkan, dalam mengambil kebijakan, harus banyak mendengarkan istri.
Karena istri yang tahu bagaimana keadaan masyarakat.
Karena kita kan dulu sebelum bapak jadi menteri, saya sering ke pasar, melihat bagaimana orang kecil," ungkap Ida Yulidina dalam acara Kartini Leaders Fest.
Baca juga: Sidang Korupsi Smartboard Langkat Bergulir, Kadis Kesehatan Sumut Berperan Penting
Kepada Purbaya, Ida mengaku sering curhat soal harga-harga di pasar yang naik.
Ida bakal marah dan bertanya soal solusi jika ia menemukan harga sembako mulai melambung di pasar.
"Kadang saya bilang 'harga beras naik, sembako naik, bagaimana tuh'. Bagian istri tuh bagian yang merasakan semua kebutuhan sehingga bisa curhat ke suami, dan suami bisa memikirkan jalan terbaiknya. Karena kita paling dekat, paling peka sama masyarakat bawah," ujar Ida.
Lebih lanjut, Ida pun mengungkap curhatan Purbaya setelah beberapa bulan jadi Menteri Keuangan.
Orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto itu mengaku lelah menjadi menteri.
"Curhatnya (Purbaya) 'capek, ternyata jadi menteri tuh capek'," kata Ida.
Selain karena tugasnya yang berat, Purbaya mengaku ke sang istri bahwa orang-orang tak kompeten di sekitarnya juga yang membuatnya pusing.
Diungkap Ida, Purbaya sempat dilema hendak memecat orangnya yang tak bagus dalam bekerja.
"Kadang bapak itu curhatnya 'aduh, enggak beres nih orang'. Tegas juga susah, berpikirnya panjang, enggak sesaat. 'Saya pecat ini, pasti ada dampaknya', berpikirnya panjang," imbuh Ida.
Kendati tugas sebagai Menkeu berat, Ida mengaku sangat mempercayai sang suami.
Baca juga: TERKUAK Isi Dua Buku Diari Anak Perempuan di Klaten Dicabuli Ayah Kandungnya Selama 5 Tahun
Sebab kata Ida selama ini Purbaya selalu bisa dipercaya dan diandalkan.
Ida pun mengaku tak segan memarahi Purbaya jika tak konsisten.
"Dari pacaran bapak itu tidak pernah mengecewakan saya. Jadi kalau dia bilang A, saya A. Kalau enggak sesuai mulutnya, saya suka marah 'tadi bilangnya begini, sekarang begini'," kata Ida.
Karena hal tersebut, Ida yakin dengan kinerja sang suami.
Terlebih Ida lah yang jadi saksi hidup bagaimana Purbaya sangat serius memikirkan negara.
Selama jadi menteri, Purbaya kabarnya sering tak bisa tidur nyenyak.
"Kalau dia (Purbaya) bilang aman, itu memang aman, enggak dibuat-buat, atau angkanya diubah-ubah.
Kalau tidak aman, dia bilang tidak aman, itu yang saya pegang.
Kalau ada masalah, (Purbaya) enggak bisa tidur, enggak bisa tenang. Selalu memikirkan itu, saya ikut bangun," ujarnya.
Meski begitu, Ida mengaku selalu menyemangati sang suami.
Ida meminta agar Purbaya selalu percaya diri.
"Yang bagus dihujat, jelek apalagi. Saya bilang 'udah lah pede aja, yang penting kan nanti hasil akhir'," ujar Ida.
Cara Ida selalu menjaga kepercayaan diri Purbaya adalah dengan memujinya jika sang suami melakukan hal bagus.
"Kalau saya itu, bapak melakukan hal bagus, saya puji, hebat, keren, jadi bapak senang banget.
Terus kalau salah, agak bengkok, saya luruskan lagi, sebaiknya begini begini," pungkasnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunbogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Purbaya-Yudhi-soal-BPJS.jpg)