Berita Viral
BANTAHAN Dandim Usai Dituding Bagi-bagi Komisi Proyek Koperasi Desa Merah Putih
Kodim 0809 Kediri menelusuri video viral di media sosial yang menarasikan dugaan bagi-bagi komisi proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Put
TRIBUN-MEDAN.COM - Pihak Komando Distrik (Kodim) 0809 Kediri, Jawa Timur, sedang menelusuri video viral di media sosial yang menarasikan dugaan bagi-bagi komisi proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah, mengatakan bahwa penelusuran itu dengan mencari sosok dua orang pemeran dalam video, yakni pria yang berseragam loreng maupun wanita aparatur sipil negara (ASN), serta juga pembuat videonya.
Pengungkapan itu diperlukan untuk mengonfirmasi kebenaran isi pembicaraan dalam video yang sempat mencatut nama Dandim termasuk motifnya.
"Sedang dicari orangnya. Belum dapat (ketemu) ini,” ujar Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Dhavid Nur Hadiansyah, menilai video tersebut bermuatan informasi palsu.
"Apa yang menjadi isi video dan pernyataan yang disampaikan oleh ibu-ibu ASN dan seorang anggota itu, saya nyatakan tidak benar. Video itu hoaks,” ujar Letkol Dhavid Nur Hadiansyah.
Menurut Dhavid, selama menjabat sebagai Dandim, dia tidak mengenal wanita ASN yang telah menuduhnya dan siap jika dimintai keterangan atas hal itu.
Sebagai kepala pelaksana pembangunan KDMP di Kediri, selama ini pihaknya senantiasa memastikan tidak ada praktik jual beli titik proyek yang tengah bergulir di seluruh wilayah tugasnya.
Dhavid menyebut bahwa pengawasan itu dilakukannya setiap hari beserta jajarannya, dengan turun langsung ke lokasi proyek-proyek yang ada.
Selain itu, juga bertujuan agar program pemerintah tersebut bisa segera berjalan dan dinikmati masyarakat.
"Kami yang bekerja secara sistem padat karya. Kami, para danramil dan Babinsa setiap hari turun ke titik-titik KDMP,” ujarnya.
Dandim juga memastikan tidak ada intervensi pembangunan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan ASN maupun pihak lainnya karena secara aturan menurutnya sudah jelas.
Bahwa sesuai Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2025, pihak pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan sedangkan pembangunannya dilakukan oleh Agrinas bersama militer.
"Ingat, ini bukan proyek tapi program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden untuk warga masyarakat semua,”jelasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial.
Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tabayun jika menemukan informasi yang dianggap kurang tepat.
"Kami di sini selalu terbuka menjawab pertanyaan warga masyarakat. Marilah kita bijak bermedia sosial,” kata Dandim yang baru menjabat lima bulan tersebut.
Pihaknya juga akan menelusuri lebih lanjut peredaran video tersebut untuk mengungkap hal yang melatarbelakanginya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Kediri, Solikin, menyampaikan perlunya melakukan pengecekan kebenaran video tersebut.
Apalagi, Solikin menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam pembangunan fisik KDMP.
“Terkait isu tersebut perlu dicek kebenarannya. Secara langsung pembangunan fisik KDMP, pemkab enggak terlibat, selain untuk penyediaan lahan.” pungkasnya.
Viral di media sosial
Sebelumnya, beredar video pendek dengan narasi dugaan bagi-bagi fee penentuan titik lokasi pembangunan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang disebut terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Video itu berisi percakapan dua orang di dalam mobil, yakni percakapan seorang wanita berseragam mirip ASN yang duduk di belakang kemudi dengan seorang berseragam mirip militer malvinas yang duduk di sampingnya.
Inti percakapannya adalah pria berseragam tentara itu meminta bagian komisi atas pemberian 60 titik lokasi pembangunan proyek KDMP sembari menyoroti buruknya hasil pembangunan.
Wanita ASN yang diduga terafiliasi dengan kontraktor tersebut lantas memberikan bungkusan plastik diduga uang. Lalu, menjawab hasil pembangunan tidak sesuai spesifikasi karena anggarannya banyak kepotong komisi.
Bahkan, wanita ASN itu juga menyebut bahwa komisi itu mengalir ke banyak pihak termasuk ke komandan Komando Distrik Militer (Kodim) sehingga membuat bangunan menjadi tidak sesuai standar yang ada.
Pihak Dandim dalam kesempatan sebelumnya telah membantah poin-poin isi pembicaraan dalam video tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: DANDIM Kediri Sebut Hoaks Video Viral Diduga Bagi-bagi Fee Proyek Koperasi Desa Merah Putih
Proyek Koperasi Merah Putih
Koperasi Desa Maerah Putih
Dandim Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah
Dandim Kediri
| DANDIM Kediri Sebut Hoaks Video Viral Diduga Bagi-bagi Fee Proyek Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| SELENGKAPNYA Daftar Nama Jurnalis Indonesia yang Bergabung dengan GPCI Menuju Gaza Ditangkap Israel |
|
|---|
| BABINSA Sertu MB Kabur Saat Pemeriksaan Berhasil Ditangkap Usai 36 Hari, Kasus Rudapaksa Bocah SD |
|
|---|
| RINCIAN Harta Perry Gubernur BI, Dari Kekayaan Rp7 M Jadi Rp72 M, Kini Disorot Usai Rupiah Melemah |
|
|---|
| NASIB MR Mahasiswi Jadi Korban Rudapaksa Modus Lowongan Kerja Palsu, Padahal Niat Cari Biaya Kuliah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Letnan-Kolonel-Infanteri-Dhavid-Nur-Hadiansyah.jpg)