Berita Viral
AWAL Mula Terbongkar Kasus AKP Yohanes Hutapea, Ngaku Pesan Narkoba Untuk Pribadi, Penyidik Ragu
Jika harga satu paket Rp 5 juta, maka 70 paket Narkotika yang diamankan polisi harganya mencapai Rp 350 juta.
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah awal mula terbongkar kasus AKP Yohanes Hutapea.
Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) itu mengaku pesan narkoba untuk pribadi.
Namun penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim ragu dengan pengakuan AKP Yohanes Hutapea itu.
Baca juga: 200 Janda Muda Bertambah Setiap Bulan di Kabupaten Sumenep, Pengadilan Agama: Dampak Pernikahan Dini
Alasannya, jumlah barang bukti yang didapat dari pengungkapan kasus tersebut sangat besar.
“Dia mengaku dipakai sendiri, namun kita tidak percaya karena jumlahnya banyak," ucap Kombes Romylus Tamtelahitu.
Tak hanya itu, harga untuk satu paket dari barang haram tersebut cukup mahal.
Baca juga: TRAGIS Nasib Bocah Amira Tewas Jalani Ritual Mistis Karena Sakit, Dipaksa Makan Gumpalan Rambut
"Satu paket harganya bisa Rp4 juta sampai Rp5 juta,” ujarnya.
Jika harga satu paket Rp 5 juta, maka 70 paket Narkotika yang diamankan polisi harganya mencapai Rp 350 juta.
Selain itu, AKP Yohanes mengaku telah menggunakan barang haram tersebut selama lebih dari satu tahun.
Meski demikian, pihaknya masih mendalami seluruh keterangan.
Peran Anak Buah
Polda Kalimantan Timur turut mengamankan anak buah AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA) terkait kasus Narkotika jenis obat keras.
Adapun peran dari anak buah AKP Yohanes Bonar Adiguna tersebut adalah mengambil paket Narkotika di wilayah Tenggarong.
Anak buah AKP Yohanes Bonar Adiguna yang turut terlibat adalah anggota polisi berinisial A.
Saat ini, A pun turut diperiksa Propam Polda Kaltim setelah diamankan pada 2 Mei 2026.
Baca juga: TRAGIS Nasib Bocah Amira Tewas Jalani Ritual Mistis Karena Sakit, Dipaksa Makan Gumpalan Rambut
Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan berdasarkan hasil interogasi, A mengaku tidak mengetahui bila barang yang diambilnya Narkotika.
“Dari keterangan anggota, dia mengaku tidak pernah tahu isi paket karena tertutup kardus. Setelah diambil langsung diserahkan kepada saudara YBA,” ujar Kombes Pol Romylus Tamletahitu dilansir dari Tribunkaltim.co, Minggu (17/5/2026).
Dalam kasus ini Polda Kaltim mengamankan 70 paket Narkotika. 20 paket diamankan di Tenggarong dan 50 paket lainnya ditemukan di Balikpapan.
Kronologi Penangkapan
Kombes Romylus Tamtelahitu pun mengungkap kronologi pengungkapan kasus tersebut.
Pengungkapan berawal saat polisi bersama pihak Bea Cukai melakukan operasi control delivery.
Saat itu, ditemukan ada pengiriman Narkotika berjenis obat keras di wilayah Tenggarong.
Temuan tersebut, kemudian dikembangkan pihak kepolisian.
Dari hasil pengembangan, polisi mengamankan seseorang yang mengambil paket tersebut.
Sosok yang mengambil paket tersebut seorang anggota polisi berinisial A yang merupakan anak buah dari AKP Yohanes.
“Pada saat kita amankan orang yang mengambil paket itu ternyata anak buah dari oknum anggota. Akhirnya kita bersama Propam melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan,” katanya.
Dari sana, polisi pun kembali mengembangkan kasus tersebut, hingga akhirnya menemukan barang bukti lain di wilayah Balikpapan.
“Yang diamankan di Tenggarong itu satu dus isinya 20 paket. Sedangkan yang diamankan di Balikpapan satu dus lagi isinya 50 paket,” jelasnya.
Dari hasil pengembangan ditemukan fakta bahwa pengiriman paket Narkotika diduga telah dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu satu hingga dua bulan terakhir.
“Menurut pengakuan, pengiriman dilakukan empat kali sebelumnya. Yang pertama 10 paket, kedua 10 paket, ketiga 10 paket, dan keempat 20 paket,” ungkapnya.
Dari pengembangan lebih lanjut, petugas kembali menemukan 50 paket lain di Balikpapan dengan alamat penerima dan pengiriman yang sama.
“Jadi total keseluruhan yang teridentifikasi ada 100 paket,” ujar Romylus.
Menurut Romylus, seluruh paket dikirim dari Medan menggunakan jasa ekspedisi dan masih terus dikembangkan untuk mengejar pemasok utama.
“Pemilik barang ada di Medan. Makanya kita belum bisa memberikan semua informasi karena masih dilakukan pengejaran,” ucapnya.
Saat ini, YBA telah ditahan, sementara tiga orang saksi masih diperiksa untuk mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk anggota yang mengambil paket tersebut.
“Status anggota masih terus kami dalami. Karena dari keterangan sementara, dia mengaku tidak mengetahui isi paket,” ujarnya.
Polda Kaltim kini masih mendalami alur distribusi barang tersebut, termasuk dugaan jalur transit pengiriman dari Medan menuju Tenggarong melalui Balikpapan.
“Kita masih periksa saksi dari pihak ekspedisi untuk membuktikan alur pengiriman barang,” katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kasat-Resnarkoba-Polres-Kukar-AKP-Yohanes-Bonar-Hutapea-Ditangkap.jpg)