Berita Nasional

Menteri ESDM Pastikan Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tak Naik, Bahlil: Rakyat Sedang Susah

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri Rakernas dan Rapimnas SOKSI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026) malam.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH
GEBRAKAN MENTERI BAHLIL - Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia mulai mencari sumber baru minyak mentah di luar Timur Tengah guna mengurangi risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi maupun elpiji subsidi selama harga minyak dunia masih berada di kisaran rata-rata 100 dollar AS per barel.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri Rakernas dan Rapimnas SOKSI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026) malam.

Menurut Bahlil, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi dan LPG subsidi diambil meski pemerintah harus menghadapi berbagai konsekuensi akibat tekanan krisis energi global

“Kita sudah memutuskan bahwa harga BBM subsidi, elpiji subsidi, sampai dengan harga 100 dollar per barrel, tidak akan kita naikkan harga BBM,” ujar Bahlil.

Ia mengakui sempat muncul usulan agar pemerintah menaikkan harga BBM subsidi di tengah kondisi global yang tidak menentu.

STOK LPG MENIPIS - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa cadangan LPG nasional sempat berada pada level kritis, pemerintah langsung cari solusinya.
STOK LPG MENIPIS - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa cadangan LPG nasional sempat berada pada level kritis, pemerintah langsung cari solusinya. (TRIBUN MEDAN/Husna)

Namun pemerintah memilih tetap berpihak kepada masyarakat.

“Masa rakyat lagi susah, kita mau menaikkan harga BBM,” katanya.

Bahlil menjelaskan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang dirumuskan bersama kementerian terkait dan mendapat dukungan legislatif.

Selain membahas kebijakan energi, Bahlil juga menyoroti ketimpangan penguasaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia.

Ia mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan reformulasi tata kelola perizinan tambang agar negara memperoleh porsi pendapatan lebih besar dari sektor sumber daya alam.

“Saya diperintahkan untuk segera melakukan satu reformulasi terhadap penataan dan sistem pemberian izin serta hak negara dalam pengelolaan tambang,” katanya.

Tak hanya itu, Bahlil juga menyampaikan pemerintah sedang melegalkan sumur minyak rakyat melalui regulasi Kementerian ESDM agar masyarakat pengelola sumur tradisional memiliki kepastian hukum saat bekerja.

Bahlil Tak Peduli Kampus Sarjananya Tak Ada di Google: Kampus Tak Jamin Kulaitas Mahasiswa

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tak peduli kampus tempat meraih gelar sarjana tak ditemukan di google. 

Menurut Bahlil, yang terpenting adalah kualitas personal bukan kampus yang terkenal

"Saya enggak pernah kuliah di ITB atau di manalah. Saya ini, kan, kampus saya enggak ada di Google,” kata Bahlil ketika menyampaikan pidatonya tentang ketahanan energi pada forum “Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa” di Hotel Borobudur, Jakarta, dikutip dari Tribunnews, Selasa (5/5/2026).

Diketahui Bahlil Lahadalia pernah menempuh pendidikan tinggi di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) yang saat ini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura. 

 
Bahlil lantas melanjutkan ke jenjang S2 bidang ekonomi di Universitas Cenderawasih di Papua.

Tak berhenti di sana, dirinya lalu meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia tahun 2024, tetapi gelarnya ditangguhkan karena ditemukan dugaan pelanggaran etik dan akademik.

Meski begitu, Bahlil menyebut belum tentu lulusan kampus yang tidak ditemukan di Google akan kalah dengan lulusan kampus yang ditemukan di Google.

“Saya kebetulan menganut mazhab bahwa kampus tidak menjamin kualitas seorang mahasiswa. Yang menjamin kualitas seorang mahasiswa itu mahasiswa itu sendiri, apalagi rektornya nggak jelas, gitu, kan” ujar dia yang kemudian disambut dengan riuhan tawa para alumni IPB.

Dalam momen itu Bahlil sempat bertanya kepada Dr. Alim Setiawan Slamet yang menjadi Rektor IPB pada usia 43 tahun.

"Usia 43, (pendidikan) doktornya enggak sampai 2 tahun? Bahaya ini soalnya. Bahaya kalau ada doktor tidak lebih 4 semester. Berbahaya itu,” katanya sembari tertawa.

Adapun pada tahun 2024 Bahlil sempat menjadi sorotan karena menyelesaikan pendidikan doktor di Kajian Stratejik dan Global UI hanya dalam waktu 1 tahun lebih 8 bulan.

Di samping itu, dia memperoleh predikat cumlaude.

Akan tetapi, gelar doktornya menimbulkan kontroversi.

Disertasi dia yang berjudul Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia itu tercoreng oleh dugaan plagiarisme.

UI kemudian menangguhkan gelar doktor Bahlil dan memintanya melakukan revisi.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved