Berita Viral

TERUNGKAP Trump Sudah Tulis Surat Wasiat untuk Wakilnya jika Ia Dibunuh saat Kunjungan ke China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya dikabarkan telah menyimpan surat yang ditujukan kepada Wakil Presiden JD Vance

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/AFP/BRENDAN SMIALOWSKI VIA KOMPAS.COM
Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI VIA KOMPAS.COM) 

Trump telah selamat dari tiga upaya pembunuhan yang diketahui publik dalam waktu kurang dari dua tahun, termasuk insiden di Butler, Pennsylvania; West Palm Beach, dan Florida.

Terbaru adalah upaya pembunuhan yang terjadi saat acara makan malam Gedung Putih di Washington, DC pada 25 April 2026.

Baca juga: USAI Bertemu Presiden Xi Jinping, Presiden Trump Peringatkan Taiwan Agar Tidak Deklarasi Kemerdekaan

Peringatkan Taiwan

Kini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara resmi.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (15/5/2026) setelah Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke China.

Dalam kunjungan itu, Presiden China Xi Jinping mendesak AS untuk tidak mendukung Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan mandiri tersebut.

Dalam wawancara bersama Fox News dalam program "Special Report with Bret Baier", Trump secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap opsi kemerdekaan Taiwan.

Dia bahkan mempertanyakan alasan logis mengapa AS harus membela pulau tersebut jika terjadi serangan, sebagaimana dilansir AFP. 

"Saya tidak ingin ada pihak yang merdeka. Dan, Anda tahu, kita harus menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan hal itu,"ujar Trump.

"Saya ingin mereka (Taiwan) tenang. Saya ingin China tenang. Kita tidak mencari peperangan, dan jika Anda membiarkannya seperti apa adanya, saya pikir China akan baik-baik saja dengan hal itu," tambah Trump.

Sebelumnya, Xi Jinping telah membuka KTT dengan peringatan keras mengenai Taiwan.  

Kepada Trump, Xi menegaskan bahwa salah langkah dalam isu sensitif ini dapat memicu "konflik".

Secara hukum, AS memang diwajibkan menyediakan senjata untuk pertahanan Taiwan.

Namun, Washington secara historis menerapkan strategi ambigu terkait apakah pasukannya akan benar-benar datang membantu, serta memilih untuk tidak mendukung kemerdekaan formal meski tidak secara eksplisit menyatakan menentangnya.

Selain isu geopolitik, Trump mengklaim telah menghasilkan sejumlah kesepakatan dagang yang besar selama kunjungannya, meskipun rinciannya masih sangat kabur.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved