Berita Viral

PRABOWO Sebut Negara Masih Baik-Baik Saja Meski Rupiah Anjlok: Orang Desa Gak Pakai Dolar

Nilai rupiah menunjukkan tren anjlok terhadap dolas Amerika Serikat (AS). Satu dolar AS kini setara dengan Rp 17.596, Sabtu (16/5/2026).

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

“Karena sapi yang dibeli harus diberi nama, yang terlintas ya Abimanyu. Tokoh wayang yang gagah dan punya wibawa,” ujar Sugeng, Rabu (13/5/2026). 

Baca juga: Gubernur Bobby Nasution Sindir Wali Kota Medan ke Luar Negeri Tanpa Izin: Bilangnya ke Luar Kota

Baca juga: Bolehkah Membonceng Anak di Posisi Depan? Simak tips cari aman Berikut

Dirinya mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya bisa masuk dalam daftar hewan kurban presiden. 

Sugeng menyebut proses seleksi berlangsung cukup ketat, mulai dari pemeriksaan fisik, kesehatan, hingga penilaian bobot dan performa tubuh sapi.

Menurutnya, sapi dengan ukuran seperti Abimanyu membutuhkan perawatan ekstra, baik dari sisi pakan maupun kesehatan. 

Setiap hari, sapi tersebut mendapat asupan hijauan berkualitas, konsentrat, serta pengawasan rutin agar kondisinya tetap prima.

“Alhamdulillah proses tawar-menawar juga berjalan baik dan tidak merugikan peternak,” ucapnya.

Terpilihnya Abimanyu sebagai sapi kurban presiden juga membawa dampak positif bagi peternak lokal di Batang. 

Sugeng menyebut, sejak kabar itu menyebar, banyak warga maupun calon pembeli datang untuk melihat langsung sapi - sapi miliknya.

Ia mengatakan, stok sapi kurban di kandangnya masih tersedia, namun untuk sapi berbobot mendekati 1 ton saat ini sudah habis terjual. 

Harga Abimanyu sendiri ditaksir mencapai Rp90 juta hingga Rp100 juta karena memiliki bobot dan performa di atas rata - rata sapi kurban pada umumnya.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, M Arief Edyanto, menjelaskan sapi bantuan presiden memang harus memenuhi sejumlah kriteria ketat. 

Selain bobot besar, kondisi kesehatan hewan juga menjadi syarat utama.

“Administrasi sekarang sedang diselesaikan.

Data visual dan hasil wawancara peternak juga sudah dikirimkan ke Sekretariat Presiden melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Ia menerangkan, Abimanyu merupakan sapi hasil persilangan Simental dan Limosin, meski karakter genetik Simental masih lebih dominan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved