Berita Viral

TRAGEDI Penembakan Sadis Sesama Anggota TNI di Palembang: Duka Keluarga dan Harapan

Peristiwa tragis yang menewaskan Pratu PS (23) terjadi pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026, sekitar pukul 02.40 WIB di Cafe Panhead Palembang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Sripoku.com/Andi Wijaya
KELUARGA KORBAN : Adik kandung korban yakni Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Mob Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026) 

TRIBUN-MEDAN.COM -
Peristiwa tragis yang menewaskan Pratu PS (23) terjadi pada Sabtu dini hari, (16/5/2026), sekitar pukul 02.40 WIB di Cafe Panhead Palembang, kawasan Ilir Barat I. 

Korban yang berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang diduga terlibat perselisihan dengan sesama anggota TNI berinisial RN.

Perselisihan tersebut berujung pada penembakan yang mengenai bagian perut korban hingga meninggal dunia.

Baca juga: Senggolan Memicu Perkelahian, Seorang Pria Tewas Ditembak di Kafe Diduga Libatkan Oknum TNI

Pihak Kodam II/Sriwijaya melalui Kapendam Letkol Inf Yordania membenarkan insiden ini.

Saat ini, terduga pelaku RN tengah menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam II/Sriwijaya untuk mendalami motif di balik aksi penembakan.

Kodam menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan militer.

PENEMBAKAN TNI - Denpom II/4 Palembang melakukan olah TKP di tempat kejadian penembakan anggota TNI di tempat hiburan malam di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)
PENEMBAKAN TNI - Denpom II/4 Palembang melakukan olah TKP di tempat kejadian penembakan anggota TNI di tempat hiburan malam di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Baca juga: KRONOLOGI Pratu F Tewas Diduga Ditembak Seprofesi TNI, Kapendam II Sriwijaya: Masih Diperiksa

Duka Keluarga Korban

Keluarga korban, khususnya adik kandungnya Faradita, mengaku sangat terpukul.

Ia menceritakan bahwa kabar kematian kakaknya datang pada pukul 06.00 WIB melalui telepon dari tante.

Sesampainya di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Faradita mendapati sang kakak sudah tidak bernyawa dengan luka tembak di perut.

Faradita mengenang momen terakhir bertemu kakaknya pada Jumat sore, sehari sebelum kejadian.

Saat itu, korban sempat datang ke rumah tante untuk menanyakan kabar keluarga.

“Kemarin sore kakak tiba-tiba datang, sempat ngobrol, saya minta uang Rp10 ribu, lalu kakak pamit pergi lagi,” kenangnya.

Baca juga: KRONOLOGI Pratu F Tewas Diduga Ditembak Seprofesi TNI, Kapendam II Sriwijaya: Masih Diperiksa

Pangkat dan Tugas Korban

Korban berpangkat Pratu atau Prajurit Satu, yaitu pangkat kedua terendah dalam golongan Tamtama TNI AD.

Tugas kesehariannya berada di Denkesyah, unit kesehatan yang memberikan pelayanan medis bagi prajurit, PNS, keluarga, hingga masyarakat umum.

Harapan Keluarga

Keluarga berharap agar pelaku penembakan dihukum setimpal.

“Kami berharap pelaku dihukum setimpal,” tegas Faradita.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik terhadap disiplin dan kontrol internal di tubuh TNI.

Insiden sesama anggota yang berujung pada kematian tidak hanya melukai keluarga korban, tetapi juga berpotensi mencoreng citra institusi militer di mata masyarakat.

KELUARGA KORBAN : Adik kandung korban yakni Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Mob Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026)
KELUARGA KORBAN : Adik kandung korban yakni Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Mob Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026) (TRIBUN MEDAN/Sripoku.com/Andi Wijaya)

Kronologi Lengkap Kasus Penembakan TNI di Cafe Panhead Palembang

Insiden penembakan sesama anggota TNI di Cafe Panhead Palembang pada Sabtu (16/5/2026) dini hari bermula dari senggolan saat berjoget yang berujung perkelahian.

Korban Pratu PS (23) tewas akibat luka tembak di perut setelah ditembak oleh rekannya RN (23).

Awal Kejadian

- Waktu: Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 02.40 WIB.

- Lokasi: Cafe Panhead Palembang, Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

- Korban: Pratu PS (23), anggota TNI AD dari Denkesyah 02.04.04 Palembang.

- Pelaku: RN (23), sesama anggota TNI AD.

Pemicu Perselisihan

- Korban dan pelaku diduga bersenggolan saat berjoget di area hiburan malam.

- Senggolan tersebut memicu selisih paham hingga berujung perkelahian.

- Dalam keributan, pelaku RN disebut sempat dikeroyok oleh korban bersama beberapa rekannya.

- Pelaku RN kemudian mencabut senjata api dari pinggangnya.

- Ia menembakkan satu peluru ke arah perut korban.

- Korban mengalami luka tembak di perut sebelah kanan dan langsung terkapar. 

- Korban segera dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapat perawatan medis.

- Sekitar pukul 03.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak. 

- Polisi bersama Pomdam II/Sriwijaya langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi.

- Lokasi kejadian kemudian dipasang garis polisi dan dijaga ketat.

- Pelaku RN kini menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam II/Sriwijaya untuk mendalami motif penembakan.

- Keluarga korban sangat terpukul dan berharap pelaku dihukum setimpal.

- Kodam II/Sriwijaya menegaskan kasus ini ditangani serius oleh aparat militer dan kepolisian.

- Insiden ini menyoroti pentingnya disiplin dan kontrol internal di tubuh TNI, karena peristiwa sesama anggota yang berujung kematian dapat mencoreng citra institusi.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Senggolan Memicu Perkelahian, Seorang Pria Tewas Ditembak di Kafe Diduga Libatkan Oknum TNI

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved