Nilai Tukar Rupiah
Kala Rupiah Catat Sejarah Baru Rp 17.614 per Dollar AS, Purbaya: Jangan Panik, Fondasi Ekonomi Bagus
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah.
TRIBUN-MEDAN.com - Tren pelemahan nilai tukar rupiah terus terjadi dan mencatat sejarah baru pada perdagangan Jumat (15/5/2026) di level Rp 17.614 per dollar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah.
Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dibanding krisis moneter 1998.
Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat sehingga pelemahan rupiah diyakini bisa segera diperbaiki.
“Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulin. Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi,” ujar Purbaya di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/5/2026).
Purbaya mengatakan, upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah memang menjadi kewenangan bank sentral, yakni Bank Indonesia.
Meski demikian, Kementerian Keuangan juga menyiapkan langkah untuk membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.
Salah satu fokus pemerintah saat ini ialah menjaga stabilitas pasar obligasi atau bond market agar arus modal asing tidak terus keluar dari Indonesia.
“Itu kan tugas bank sentral. Cuma kita sedang ambil langkah-langkah untuk membantu memperkuat juga dari sisi bond market. Mungkin kita coba lihat apakah kita bisa masuk untuk membantu apa enggak, tetapi pasti ke depan akan ada perbaikan, jadi jangan takut,” kata dia.
Purbaya menjelaskan, stabilitas pasar surat berharga negara menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan global terhadap pasar keuangan.
Menurut dia, ketika pasar obligasi stabil, investor tidak akan terburu-buru melepas aset karena khawatir mengalami capital loss atau kerugian akibat penurunan harga obligasi.
Sebaliknya, jika harga obligasi kembali menguat, investor justru berpotensi memperoleh capital gain sehingga dapat menarik kembali aliran modal asing masuk ke pasar domestik.
Baca juga: Nasib Ketua DPRD Pamer Naik Moge Harley Tanpa Helm dan SIM, Dihentikan Petugas
Ancam Kenaikan Harga Komoditas
Pelemahan nilai tukar rupiah memicu ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari tahu, tempe, hingga mi instan.
Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi mengatakan, dampak pelemahan rupiah paling terasa pada komoditas pangan yang masih bergantung pada bahan baku impor seperti gandum dan kedelai.
Menurut dia, kenaikan harga bahan baku impor sudah mulai terjadi di tingkat produsen sejak akhir April 2026 dan berpotensi diteruskan ke konsumen dalam beberapa bulan ke depan.
“Pada komoditas berbasis impor seperti gandum dan kedelai, harga akan naik. Ini berarti harga mi instan, roti, tahu, dan tempe berpotensi merangkak naik,” ujar Rahma, Jumat (15/5/2026) dilansir Kompas.com.
Rahma menjelaskan, kenaikan harga tahu dan tempe akan sangat dirasakan kelompok masyarakat bawah karena kedua produk tersebut menjadi sumber protein utama dengan harga paling terjangkau.
Sementara bagi kelas menengah, tekanan lebih terasa pada kenaikan harga makanan olahan dan biaya makan di luar rumah.
Tak hanya pangan, tekanan juga mulai muncul dari sisi energi dan transportasi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.
Rahma menyoroti harga Dexlite yang kini mencapai Rp 26.000 per liter dan Pertamina Dex sekitar Rp 27.900 per liter. Kondisi ini berdampak langsung pada ongkos logistik dan distribusi barang.
“Kenaikan harga BBM nonsubsidi meningkatkan ongkos angkut barang dari pelabuhan ke pasar. Akibatnya harga sayur-mayur lokal pun bisa naik meski bukan barang impor,” katanya.
Menurut dia, dampak tersebut bersifat berantai karena kenaikan biaya transportasi akan diteruskan ke harga barang di tingkat konsumen.
Rahma mengingatkan masyarakat kelas bawah juga berpotensi terkena tekanan tambahan dari naiknya biaya operasional angkutan umum dan ojek online akibat mahalnya suku cadang kendaraan yang mayoritas masih impor.
Rahma menilai kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan karena tidak memperoleh bantuan sosial, tetapi harus menghadapi kenaikan biaya hidup secara mandiri.
“Kalau harga pangan dan energi tidak terkendali, risiko penurunan kelas ekonomi dari menengah ke bawah akan sangat besar,” katanya.
Ancaman PHK
Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah belum mencapai titik akhir.
Menurut dia, tekanan terhadap mata uang domestik masih berpotensi berlanjut hingga ke level Rp 18.000 per dollar AS.
Dengan terdepresiasinya mata uang Indonesia, biaya impor bahan baku dan harga komoditas global diperkirakan ikut meningkat.
Kondisi tersebut akan menekan biaya produksi perusahaan, terutama sektor-sektor yang sangat bergantung pada barang impor.
Perusahaan kemungkinan besar akan memilih langkah efisiensi dibandingkan melakukan ekspansi usaha di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya tekanan biaya operasional.
“Pada saat impor barang begitu besar, pasti ada pengetatan anggaran. Anggaran pasti naik, kemudian perusahaan akan efisiensi, perusahaan tidak akan melakukan ekspansi,” ujar Ibrahim.
Banyak perusahaan akan berupaya bertahan dengan kapasitas usaha yang ada saat ini. Namun, demi menjaga kelangsungan bisnis, perusahaan berpotensi melakukan pengurangan tenaga kerja atau PHK.
“Perusahaan akan tetap berjalan seperti koridornya. Dan kemungkinan besar untuk mempertahankan perusahaan ini eksis, perusahaan kemungkinan akan melakukan PHK,” paparnya. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
nilai tukar rupiah Mei 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
1 dollar berapa rupiah
Purbaya
| Sejumlah Komoditas Terancam Naik Harga Imbas Rupiah yang Makin Loyo, Rekor Rp 17.600 per Dollar AS |
|
|---|
| Sejarah Baru Pelemahan Rupiah 15 Mei 2026, Tembus Rp 17.600 per Dollar AS |
|
|---|
| REKOR Rupiah Anjlok Rp17.529 per Dollar AS, Respons BI: Kami Berkomitmen Terus Hadir di Pasar |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Sudah Tembus Rp17.506 per Dollar AS, Terlemah Sepanjang Masa |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp 15.500, Berikut Penjelasan Pengamat Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa-4.jpg)