Berita Viral

OCHA Peserta LCC Empat Pilar MPR Diduga Dapat Pesan Ancaman dari OTK, Keluarga Khawatir Kondisi Ocha

Siswi SMAN 1 Pontianak,  Josepha Alexandra alias Ocha mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal untuk menghapus video yang viral. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN/(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri/Kompas.com)
PELUKAN BANGGA - Pelukan bangga Andre Kuncoro untuk putrinya Josepha Alexandra atau Ocha terlihat di Ruang VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/2/2026). Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Siswi SMAN 1 Pontianak,  Josepha Alexandra alias Ocha mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal untuk menghapus video yang viral. 

Ocha merupakan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat.

Video Ocha protes ke juri mendapatkan dukungan dari masyarkat luas. 

MPR juga sudah mengakui bahwa juri telah melakukan kesalahan dengan menyalahkan jawaban dari Ocha

Kini Ocha mendapatkan pesan ancaman dari OTK di ponselnya. 

Imbas dari pesan ancaman itu, Ocha mengalami tekanan mental dan sering mengurung diri di kamar. 

Informasi mengenai ancaman ini pertama kali diunggah oleh akun Threads @zvanniisygg yang mengaku sebagai pihak keluarga.

Dalam unggahan tersebut, terlihat pesan singkat yang bernada peringatan hukum kepada Ocha.

“Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi,” demikian isi pesan WhatsApp yang ditunjukkan akun tersebut.

Kabar mengenai memburuknya kondisi psikologis Ocha juga sempat ramai setelah akun @will_bertus1996 menyebut keponakannya itu menjadi murung.

Sosok Siswi SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra atau akrab disapa Ocha menjadi sorotan publik belakangan ini usai memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Sosok Siswi SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra atau akrab disapa Ocha menjadi sorotan publik belakangan ini usai memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. (TRIBUN MEDAN/YOUTUBE)

Dalam narasinya, ia meminta keadilan karena Ocha disebut sering mengurung diri di kamar akibat situasi yang memanas pasca-perlombaan.

"Mohon keadilan untuk keponakan saya khususnya ananda Ocha. ybs yg menjawab pertanyaan dgn benar dari kelompok C dan umum utk SMAN 1 yg harusnya mewakili Kalbar, ponakan saya skrg jd murung dan mengurung diri di kamar," tulis akun tersebut.

Menanggapi kegaduhan itu, pihak SMAN 1 Pontianak segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk memberikan klarifikasi.

Melalui akun Instagram sekolah, mereka membantah seluruh kabar yang menyebut Ocha sedang dalam kondisi tertekan atau diintimidasi.

Sekolah menegaskan bahwa informasi yang beredar di Threads dan platform lainnya terkait kesehatan mental Ocha adalah tidak benar.

"Terimakasih atas atensi besar dan kepedulian terhadap Yosepha. Kami mengonfirmasi bahwa berita ini hoax dan tidak bersangkutan dengan Yosepha," tulis akun resmi SMAN 1 Pontianak.

Pihak sekolah juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

Meski diterpa isu ancaman, Ocha justru mendapatkan perhatian langsung dari tingkat pusat dengan diundang bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta.

Pertemuan tertutup selama satu jam di Istana Wakil Presiden pada Rabu tersebut fokus pada pemberian motivasi.

Gibran disebut memberikan arahan mengenai cara menghadapi perdebatan publik dan teknik berbicara yang baik.

"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," ujar Ocha usai pertemuan.

Ia menjelaskan bahwa Wakil Presiden memberikan banyak masukan terkait mentalitas saat berada di hadapan umum.

"Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi. Tadi kami diberi motivasi dan tips and trik juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," tambahnya.

Selain dukungan dari Wakil Presiden, anggota DPR/MPR RI Rifqinizamy Karsayuda juga dilaporkan memberikan apresiasi berupa tawaran beasiswa pendidikan ke China.

Hingga saat ini, polemik mengenai hasil LCC Empat Pilar MPR di Kalimantan Barat masih menjadi sorotan, namun pihak sekolah memastikan kondisi Ocha tetap terpantau dengan baik di tengah dukungan publik yang terus mengalir.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-bogor.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved