Berita Viral

KELAKUAN Dokter Nakal di RSUD, Antrean Sudah Panjang, Tapi Dokter Masih Sarapan Hingga Jelang Siang

Kelakuan tidak disiplin dokter di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmaasraya terkuak setelah Ombudsman

Tayang:
TRIBUN MEDAN
SIDAK RUMAH SAKIT - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, berbincang dengan pasien dan keluarga pasien saat melakukan inspeksi mendadak di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (14/5/2026). Dalam sidak tersebut, Ombudsman menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit, mulai dari keterlambatan dokter hingga lamanya antrean pengambilan obat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kelakuan tidak disiplin dokter di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmaasraya terkuak setelah Ombudsman RI perwakilan Sumbar melakukan sidak. 

Puluhan pasien yang sudag antre dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 belum bisa dilayani lantaran dokter masih sarapan. 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi memimpin langsung sidak tersebut bersama Direktur RSUD Sungai Dareh, dr Neza.

Dalam sidak itu, tim Ombudsman memeriksa sejumlah titik layanan, mulai dari loket pendaftaran, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan ruang poliklinik.

“Fokus kami melihat langsung bagaimana pelayanan diberikan kepada masyarakat, mendengar keluhan pasien, sekaligus mengumpulkan saran dan masukan untuk perbaikan tata kelola layanan kesehatan di RSUD Sungai Dareh ke depan,” kata Adel dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: TRAGIS Bocah 13 Tahun di Bekasi Bunuh Teman Sebaya Gegara Perempuan, Bermula Saling Ejek di Medsos

Baca juga: ANGGOTA DPRD Achmad Syahri Dijatuhi Sanksi Teguran Keras Buntut Main Game Sambil Merokok Saat Rapat

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Ombudsman menemukan dokter di Poli Gigi, Poli Anak, dan Poli Umum belum hadir hingga pukul 10.00 WIB.

Alasan Masih Sarapan

Berdasarkan informasi yang diterima tim, keterlambatan itu disebut karena dokter masih sarapan dan kondisi hujan.

Menurut Adel, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena pelayanan publik seharusnya mengedepankan integritas dan profesionalisme.

“Pasien sudah datang dan menunggu sejak pukul 08.00 WIB. Tentu alasan seperti ini menunjukkan pelayanan belum sepenuhnya berorientasi pada profesionalisme,” ujarnya.

Selain keterlambatan dokter, Ombudsman menerima berbagai keluhan dari pasien dan keluarga pasien selama sidak berlangsung.

Keluhan itu di antaranya kondisi air toilet rumah sakit yang kotor, kekosongan layanan dokter spesialis jantung, lamanya antrean pengambilan obat hingga mencapai tiga jam, serta antrean panjang pada layanan pendaftaran mandiri.

Adel mengatakan, berbagai catatan tersebut harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki mutu pelayanan rumah sakit.

“Keluhan masyarakat jangan dilihat sebagai gangguan atau mencari-cari kesalahan. Ini adalah bentuk partisipasi publik agar pelayanan kesehatan menjadi lebih baik,” kata dia.

Sementara itu, menurut Ombudsman, Direktur RSUD Sungai Dareh menyatakan siap menindaklanjuti seluruh catatan yang diberikan.

Pihak rumah sakit juga berkomitmen menjadikan hasil sidak dan keluhan pasien sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah tersebut.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jatim.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved