Berita Viral

Menteri Pigai Motivasi Anak Korban Keracunan MBG: Cepat Sembuh Supaya Bisa Jadi Menteri Seperti Saya

Motivasi Pigai ini diucapkannya saat menjenguk siswa korban keracunan MBG di ruang perawatan anak di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Tayang:
Antaranews.com
Natalius Pigai, eks anggota Komnas HAM 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri HAM, Natalius Pigai mengeluarkan kata-kata motivasinya kepada anak-anak korban keracunan makan bergizi gratis (MBG).

Motivasi Pigai ini diucapkannya saat menjenguk siswa korban keracunan MBG di ruang perawatan anak di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Di tengah kekhawatiran para orang tua dan sorotan publik terhadap insiden keracunan massal tersebut, Pigai mencoba menghadirkan semangat bagi anak-anak yang masih menjalani pemulihan.

Ia menghampiri satu per satu pasien sambil memberikan motivasi agar mereka segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa.

“Harus sembuh ya, sebentar lagi sembuh. Kalau sudah sembuh nanti harus kembali ke sekolah ya," katanya, dikutip TribunTrends, Kamis, 14 Mei 2026.

Tak hanya memberi dukungan moral, Pigai juga menyelipkan pesan tentang pentingnya pendidikan dan cita-cita bagi anak-anak yang sedang dirawat.

“Harus sekolah biar bisa raih semua cita-cita, nanti kalau sekolah bisa jadi menteri seperti saya," ucap Pigai.

Negara Harus Hadir Lindungi Hak Anak

Dalam kunjungan tersebut, Pigai menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap hak-hak dasar anak, terutama hak atas kesehatan, keamanan pangan, dan perlindungan selama mengikuti program pemerintah.

Ia menilai, kasus keracunan MBG ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan peserta didik yang menjadi penerima manfaat program.

Menurut Pigai, program MBG sejatinya memiliki tujuan besar dan strategis untuk masa depan generasi muda Indonesia, khususnya dalam memperbaiki kualitas gizi dan menekan angka stunting nasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa tujuan baik program tersebut tidak boleh tercoreng akibat kelalaian dalam pengelolaan makanan.

“Program MBG ini pada dasarnya memiliki tujuan mulia untuk pemenuhan gizi anak-anak kita.

Namun, jika terjadi kesalahan dalam proses pengelolaan makanan, khususnya di dapur, maka hal tersebut harus dievaluasi total dan ditindaklanjuti," katanya.

Diduga Berasal dari Dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh

Dalam keterangan yang disampaikan, kasus keracunan massal tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Bubutan Tembok Dukuh yang menjadi penyedia makanan dalam program MBG di wilayah tersebut.

Akibat insiden itu, ratusan siswa harus mendapatkan penanganan medis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved