Berita Viral
SOSOK David Partonggo Oloan Marpaung yang Bikin Menko AHY Marah: Tolong Duduk Dulu. . .
David Partonggo Oloan Marpaung yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane.
TRIBUN-MEDAN.COM - Profil David Partonggo Oloan Marpaung. Ia merupakan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Kementerian PUPR.
David Partonggo Oloan Marpaung yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane.
Ia memiliki latar belakang akademis yang kuat:
- Sarjana Teknik (S.T.) – bidang teknik sipil atau terkait.
- Magister Pengelolaan Sumber Daya Air (MPSDA) – spesialisasi dalam manajemen air.
Kariernya cukup panjang:
- Kepala BBWS Ciliwung Cisadane (2025–sekarang).
- Kepala BWS Sumatera VI Jambi (2024–2025).
- Anggota International Commission on Irrigation & Drainage (ICID) periode 2025–2028.
Dalam kapasitasnya, David bertanggung jawab atas pengendalian banjir di Jabodetabek, pembangunan tanggul Kali Ciliwung sepanjang 16 km dengan anggaran Rp1,2 triliun, serta koordinasi pemulihan infrastruktur pasca-bencana di Sumatra.
Dicari dan Ditegur AHY
Baru-baru ini, sosok David Partonggo Oloan Marpaung menjadi sorotan dalam acara resmi bertajuk Bakti Sungai Nusantara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tampak dua kali mencari David Partonggo Oloan Marpaung, selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung. Ia tidak berada di tempat saat AHY memberikan arahan.
Momen itu membuat AHY menghentikan pidatonya dan sorot matanya bergerak mencari David di antara kursi para pejabat.
“Eh, Pak Kepala Balai di sini dulu. Eh, saya bicara untuk Bapak loh. Mau ke mana? Ke mana tadi?” kata AHY, dalam video tersebut, dikutip Selasa (12/5/2026).
Ucapan itu langsung membuat suasana yang semula cair berubah canggung.
Sejumlah peserta terlihat menoleh ke arah yang dituju AHY.
Teguran AHY belum berhenti. “No, no, no, no. Anda dengarkan saya dulu di sini,”ucap AHY.
AHY tampak menyangkan sikap David sebagai pejabat yang tidak mau mendengarkan arahan dan menghargai dirinya saat tengah giliran berbicara.
“Bagaimana mau mendengarkan arahan kalau Bapak enggak ada? Dua kali saya panggil enggak ada gitu loh ya. Enggak bisa begitu,”ujar AHY.
Di depan para pejabat dan peserta kegiatan, AHY terus meminta David untuk kembali duduk dan menyimak arahannya dengan baik.
“Tolong duduk dulu. Duduk dulu. Duduk yang baik dulu. Duduk, Pak,” ujarnya.
Nada bicara AHY terdengar bukan sekadar mengingatkan, seakan menunjukkan kekecewaan yang sulit disembunyikan.
Apalagi, ia menegaskan sudah dua kali memanggil nama sang kepala balai tanpa respons.
“Saya dua kali masalahnya manggil kok enggak ada gitu loh. Enggak usah nanti kan kita juga (ke sana). Duduk dulu, Pak. Silakan,”ujarnya.
Dalam hal ini, AHY mendorong untuk segera menuntaskan normalisasi kali Ciliwung untuk mencegah banjir di Jakarta.
AHY menjelaskan, saat ini proses pembangunan dan revitalisasi, termasuk normalisasi kali Ciliwung sudah mencapai 52 persen.
"Sisanya 16 km, termasuk tadi kita menyusuri menggunakan perahu karet dari Rawajati ke Bidara Cina kurang lebih 5 km," kata AHY di Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Kamis (7/5/2026).
"Ini harus kita segera lakukan normalisasi, pembangunan tanggul kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan,"jelasnya lagi.
AHY juga menjelaskan, kondisi Kali Ciliwung setiap tahunnya mengalami pendangkalan, mulai dari 20 hingga 50 sentimeter. Sehingga hal tersebut tak boleh dibiarkan. "Iitu harus dilakukan terus pengerukan. Jadi ini sangat berpengaruh pada kondisi sungai kita,"ujarnya.
Dia membeberkan, setia proses normalisasi tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi, salah satunya pembebasan lahan. "Tadi Bu Wamen (Wamen PU) juga menyampaikan lahannya seringkali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya,"pungkas AHY.
Karena itulah, kata AHY, harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam sebuah pembangunan infrastruktur, termasuk melakukan normalisasi.
Sementara upaya normalisasi kali Ciliwung awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2027. Namun, karena sejumlah faktor termasuk pembebasan lahan mengakibatkan target tersebut mundur menjadi 2028 hingga 2029.
"Jadi bisa dikatakan kita fokus dua tahun ke depan ini agar bisa menuntaskan. Sebetulnya dari 33 kilometer, separuh lebih, 52 persen sudah dituntaskan. Sisanya kita kejar, tadi juga ada beberapa titik," kata AHY.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Dicari dan Ditegur Menko AHY, Inilah Sosok David Partonggo Oloan Marpaung, Kabalai BBWS Ciliwung
Baca juga: AHY Rasakan Energi Besar dari Anak Muda, Kunjungi Sekolah di Sela Kegiatan Penanganan Pascabencana
Baca juga: Reaksi Jokowi Tanggapi AHY hingga Rizieq Shihab Dituding Jadi Koordinator Ijazah Palsu
Sosok David Partonggo Oloan Marpaung Kabalai BBWS
David Partonggo Oloan Marpaung
Kabalai BBWS Ciliwung
Kabalai BBWS Dua Kali Dicari Menko AHY
Kabalai Ditegur Menko AHY
| Pondok Pesantren di Lampung Dibakar Massa, Dipicu Dugaan Pimpinan Ponpes Cabul |
|
|---|
| Mahfud MD Kritik Penegakan Hukum, Orang Ditangkap Dulu, Diumumkan lalu Dicari Alasan Hukumnya |
|
|---|
| 3 Sosok Kontroversial Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sindy, Indri dan Dyastasita Buat Publik Geram |
|
|---|
| Nadiem Resmi Dapat Status Tahanan Rumah, Berikut Alasan Hakim |
|
|---|
| Penembak Brigadir Arya Supena Belum Ditangkap, Polda Lampung Persempit Ruang Gerak Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kabalai-bbws-ditegur-menko-ahy.jpg)