Penyiraman Air Keras
Tim Oditurat Militer Datangi RSCM Gagal Besuk Andrie Yunus, Jauh Hari Sudah Tolak Dibesuk
Andrie Yunus masih dalam perawatan intensif akibat diserang cairan kimia diduga air keras
TRIBUN-MEDAN.com - Tim Oditurat Militer II-08 Jakarta mendatangi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Selasa (12/5/2026).
Mereka membesuk aktivis KontraS Andrie Yunus yang masih dalam perawatan intensif akibat diserang cairan kimia diduga air keras oleh empat personel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Namun tim Oditura yang terdiri dari empat oditur militer Jakarta gagal membesuk Wakil Koordinator KontraS tersebut.
Pantauan reporter Tribunnews.com, Gita Irawan, keempat oditur yakni Letkol Chk Muhammad Iswadi, Letkol Chk Upen Jaya Supena, Kapten Chk Citra Dewi Manurung, dan Mayor Chk Wasinton Marpaung keluar daei Gedung Kencana RSCM Jakarta sekira pukul 11.00 WIB.
Sebelumnya, mereka terpantau tiba di RSCM sekira pukul 09.50 WIB.
Baca juga: Nadiem Resmi Dapat Status Tahanan Rumah, Berikut Alasan Hakim
Oditur militer II-07 Jakarta Letkol Chk Muhammad Iswadi menjelaskan kedatangan mereka adalah untuk membesuk Andrie sebagai korban serangan cairan kimia diduga air keras yang melibatkan empat personel BAIS TNI.
Ia mengatakan pihaknya ingin menyampaikan rasa empati dan simpati juga kepada Andrie terkait perbuatan keempat terdakwa yakni Serda (Mar) Edi Sudarko, Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi, Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetia, dan Lettu (Pas) Sami Lakka.
"Namun para rekan media tahu bahwa saudara Andrie Yunus baru selesai melaksanakan operasi dan hari ini pasca operasi masih dalam proses penyembuhan, sehingga memang betul tidak bisa dikunjungi karena akan sangat berbahaya apabila saudara Andrie Yunus mendapat kunjungan," ujar Iswadi.
"Dan di sebelah kanan bahu sebelah kanan itu tidak boleh bergerak, tadi informasi dari manajemen rumah sakit ini harus posisi statis.
Kalau bergerak sedikit nanti operasinya akan gagal. Jadi kami memahami situasi dari saudara Andrie Yunus," lanjut dia.
Iswadi menjelaskan di RSCM pihaknya diterima oleh manajemen RSCM dan kuasa hukum Andrie.
Ia mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya diberi penjelasan panjang lebar mengapa Andrie tidak bisa dibesuk.
"Dengan saya melihat kondisi saudara Andrie Yunus dan pemberitahuan dari manajemen rumah sakit, kami tim oditur militer dapat menerapkan pasal apa yang patut kami tuntut kepada para terdakwa seandainya kami bisa melihat situasi saudara Andrie Yunus dan keterangan dari dokter," ucapnya.
"Tapi karena memang kondisinya seperti ini, jadi kami tidak bisa menemui saudara Andrie Yunus," imbuhnya.
Iswadi menjelaskan ke depannya ia masih akan berdiskusi dengan pimpinannya yakni Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta Kolonel Chk Andri Wijaya perihal perlu atau tidaknya untuk memanggil dokter dalam persidangan ke depan guna menjelaskan kondisi yang dialami Andrie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BESUK-AKTIVIS-KONTRAS-Tim-Oditur-Militer-Andrie-Yunus.jpg)