Berita Viral
SOSOK Rosa Sofi Meninggal Jelang Wisuda, Kecelakaan Saat Mau Donorkan Darah ke Teman, Diwakilkan Ibu
Di tengah perjalanan mengupayakan keselamatan temannya, Ocha justru mengalami kecelakaan tunggal.
Langkahnya begitu pelan menuju ke podium teringat harusnya ini menjadi momen bahagia putrinya.
Baca juga: Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut Gelar Rapat TIMPORA 2026 Perkuat Pengawasan Orang Asing
Mengenakan kebaya hitam sebagai simbol duka yang mendalam, Anik tetap menggenggam erat foto putrinya saat menghadiri wisuda dan menyelesaikan seluruh prosesi untuk mewakili Rosa yang wafat pada 26 Februari 2026 akibat kecelakaan tunggal.
Almarhumah Rosa, yang akrab disapa Ocha, dikenal sebagai mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta yang memiliki karakter kuat dan penuh ketekunan.
Ia berhasil menuntaskan studinya tepat waktu, bahkan tercatat sebagai lulusan tercepat di angkatannya dengan IPK membanggakan sebesar 3,49.
Bagi Anik, pencapaian tersebut lahir dari disiplin yang tidak pernah goyah, sebagaimana ia mengenang, “Ocha itu anaknya memiliki tekad yang kuat, jika ada sesuatu yang harus dikerjakan, maka harus tuntas walaupun sampai malam, jadi harus selesai,” kenang Anik dengan nada lirih.
Kepergian Ocha, putri semata wayang Andreas Parikesit dan Theresia Anik Susilowati, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus sivitas akademika kampus.
Sebelum rangkaian pidato wisuda dimulai, Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., mengajak seluruh hadirin berdiri untuk memberikan penghormatan dan doa bersama.
“Semoga amal ibadah ananda Rosa Sofi Andriani, S.Kom., diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, semua kesalahannya diampuni, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga orang tua serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Mari kita doakan almarhumah Saudari Rosa Sofi Andriani,” ucap Irhas.
Momen haru tersebut menjadi bagian tak terlupakan dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 UPN “Veteran” Yogyakarta yang meluluskan 594 wisudawan.
Dari jumlah tersebut, 55 merupakan lulusan magister dan 539 sarjana, dengan 352 wisudawan atau sekitar 59,26 persen berhasil meraih predikat cum laude serta IPK tertinggi mencapai 4,00 untuk magister dan 3,98 untuk sarjana.
Di balik gemerlap capaian akademik itu, kisah Rosa menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang angka dan prestasi, melainkan juga tentang nilai kehidupan, pengabdian, dan kasih sayang yang abadi.
Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SOSOK-Rosa-Sofi-Meninggal-Jelang-Wisuda-Kecelakaan-Saat-Mau-Donorkan-Darah-ke-Teman-Diwakilkan-Ibu.jpg)