Berita Viral

Fakta Sosok Siti Rumanah, Ibu Jual Rumah Demi Biaya Nikah Anak, Kini Hidupnya Tinggah di Gubuk

Sudah enam bulan terakhir ia  tinggal di sebuah gubuk kecil beratap asbes dan berdinding terpal di pinggir sungai.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
JANDA HIDUP SUSAH - Siti Sumanah (57), seorang janda asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, selama enam bulan terakhir tinggal di sebuah gubuk kecil beratap asbes dan berdinding terpal di pinggir sungai. 

TRIBUN-MEDAN.com - Fakta Siti Sumanah (57), seorang janda asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah jual rumah demi biaya pernikaha anak.

Sosok Siti Rumanah merupakan janda sekaligus seorang ibu yang kini hidupnya tidur di gubuk.

Sudah enam bulan terakhir ia  tinggal di sebuah gubuk kecil beratap asbes dan berdinding terpal di pinggir sungai.

Kisah hidupnya yang memprihatinkan akhirnya mengetuk perhatian banyak pihak setelah kondisi tempat tinggalnya viral dan dilaporkan kepada pemerintah daerah.

Kini, secercah harapan mulai datang menghampiri Siti dan keluarganya.

Tinggal di Gubuk Sempit Bersama Anak

Camat Bae, Moh Syafii, menjelaskan bahwa Siti Sumanah sudah sekitar enam bulan tinggal di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Di tempat itu, Siti hidup bersama seorang putranya di sebuah gubuk sederhana berukuran sekitar 3 x 4 meter yang berdiri di pinggir sungai.

Kondisi tempat tinggal tersebut jauh dari kata layak. Bangunannya hanya beratap asbes, berdinding terpal, serta beralaskan tanah. Saat hujan turun, tempat itu disebut rawan bocor dan lembab.

Sementara itu, anak sulung Siti diketahui telah menikah dan tinggal di luar kota. Sang suami pun telah lama meninggal dunia, membuat Siti harus berjuang sendiri menjalani kehidupan.

Rumah Lama Dijual demi Bertahan Hidup

Sebelumnya, Siti tercatat sebagai warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog. Namun karena himpitan ekonomi, rumah yang dulu dimilikinya terpaksa dijual.

Menurut Syafii, rumah tersebut dijual seharga Rp 60 juta. Uang hasil penjualan digunakan untuk melunasi utang sekaligus membantu biaya pernikahan anak pertamanya.

"Entah buat biaya pernikahan anaknya atau apa itu urusan privasi beliau, bukan ranah kami mencampurinya. Rumahnya dijual Rp 60 juta.

Yang jelas beliau janda susah, kerja hanya ikut orang jualan sosis," kata Syafii saat dihubungi melalui ponsel, Jumat (8/5/2026).

Siti sendiri mengaku kehidupannya mulai semakin sulit setelah sang suami meninggal dunia.

"Ya buat bayar utang, ya bantu pernikahan anak, soale sudah mepet. Hidup susah sejak suami meninggal," kata Siti.

Pemkab Kudus Bergerak Beri Bantuan

Kondisi memprihatinkan yang dialami Siti akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

Pemkab telah menyerahkan bantuan material bangunan untuk mendirikan rumah layak huni bagi Siti. Selain itu, bantuan sembako dan alas tidur juga diberikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

"Nanti pembangunan rumah dikerjakan bersama-sama warga," ujar Syafii.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, mengatakan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Putri bahkan turun langsung mengunjungi rumah Siti pada akhir pekan lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat yang prihatin melihat kondisi tempat tinggal Siti.

Akan Dimasukkan Program Rumah Layak Huni

Tak berhenti pada bantuan darurat, Pemkab Kudus juga berupaya memasukkan nama Siti ke dalam backlog program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).

Program itu nantinya dapat didukung melalui Baznas maupun bantuan perusahaan swasta.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengupayakan agar keluarga Siti masuk dalam kategori desil penerima bantuan sosial agar lebih mudah mendapatkan bantuan berkelanjutan.

"Pak Bupati Kudus sudah menginstruksikan semuanya untuk bersama-sama membantu Bu Siti," kata Putut.

Anak Siti Akan Kembali Sekolah

Perhatian pemerintah daerah juga diberikan kepada anak Siti berinisial AW yang diketahui sudah satu tahun berhenti sekolah, padahal saat ini seharusnya duduk di bangku kelas 3 SMP.

Pemkab Kudus berencana memfasilitasi AW agar bisa kembali melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat.

"Saat itu juga Pak Bupati memerintahkan dinas terkait untuk menyekolahkannya di SMP terdekat," ujar Putut.

Di tengah segala keterbatasan hidup yang dijalani, Siti mengaku bersyukur atas bantuan dan perhatian yang kini datang kepadanya.

"Terima kasih banyak sudah merepotkan," ujar Siti dengan haru.

Artikel sudah tayang di Kompas

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved