Berita Viral
Pelaku Penembak Brigadir Arya Belum Ditangkap, Keluarga: Kalau Bisa Detik Ini Juga
Galung (31), sepupu almarhum, mengungkapkan bahwa prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan sejak pelepasan di rumah duka
TRIBUN-MEDAN.com - Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti tempat pemakaman umum di Kelurahan Mulyosari, Metro Barat, saat jenazah Brigadir Arya Supena dimakamkan dengan upacara kedinasan kepolisian.
Dentuman penghormatan terakhir dan tradisi Pedang Pora mengiringi kepergian anggota Intelijen Keamanan Negara (Kamneg) Polda Lampung tersebut yang gugur saat berusaha menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Bandar Lampung.
Di tengah prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat, isak tangis keluarga pecah ketika peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat.
Kehilangan itu terasa begitu berat, terlebih Brigadir Arya meninggal saat menjalankan tugas untuk melindungi masyarakat.
Prosesi Penghormatan Terakhir Penuh Haru
Galung (31), sepupu almarhum, mengungkapkan bahwa prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan sejak pelepasan di rumah duka hingga pemakaman selesai dilakukan.
"Alhamdulillah prosesi pemakaman sudah selesai tadi sore. Tadi ada upacara pelepasan dari kepolisian di rumah, lalu di makam juga ada penghormatan terakhir," ujar Galung, Sabtu (9/5/2026) malam.
Prosesi tersebut dihadiri anggota kepolisian, kerabat, sahabat, hingga masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada Brigadir Arya.
Bagi keluarga, penghormatan dari institusi Polri menjadi bentuk pengakuan atas keberanian almarhum. Namun di sisi lain, penghargaan itu tetap tidak mampu menghapus luka mendalam yang kini dirasakan keluarga.
Keluarga Tak Kuasa Menahan Emosi
Di balik suasana penghormatan yang khidmat, keluarga mengaku masih sulit menerima kenyataan pahit atas kepergian Brigadir Arya.
Galung menyebut tindakan pelaku sangat keji karena dilakukan terhadap anggota polisi yang sedang menjalankan tugas.
"Harapannya harus setimpal. Dari pihak keluarga maunya nyawa dibayar nyawa. Tapi kami tahu negara kita negara hukum, jadi biarlah hukum yang berjalan," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa marah dan kehilangan yang mendalam atas tragedi tersebut.
"Tapi jujur, keluarga mana yang nggak benci kalau saudaranya meninggal seperti itu," lanjutnya.
Menurut Galung, Brigadir Arya dikenal sebagai sosok yang baik dan berhati-hati dalam bertindak.
"Banyak kata-kata kasar yang ingin saya sampaikan ke pelaku. Kami benar-benar nggak nyangka, padahal Arya itu orangnya selalu hati-hati. Rasanya masih nggak percaya dia pergi secepat ini dengan cara yang tragis," ungkapnya.
Keluarga Minta Pelaku Segera Ditangkap
Keluarga berharap aparat kepolisian dapat bergerak cepat menangkap pelaku penembakan dan memberikan hukuman yang setimpal.
"Harapan saya supaya polisi bisa menangkap pelaku secepatnya. Kalau bisa detik ini juga! Hukum yang seberat-beratnya untuk mengobati luka keluarga," tutur Galung.
Permintaan itu menjadi gambaran betapa besar luka yang ditinggalkan atas kematian Brigadir Arya, terutama bagi istri dan kedua anaknya yang masih kecil.
Gugur Saat Gagalkan Aksi Curanmor
Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
Saat melintas di lokasi kejadian, Brigadir Arya melihat dua pria mencurigakan tengah merusak kunci setang motor milik warga.
Tanpa ragu, ia mencoba menghentikan aksi tersebut dengan menegur para pelaku. Namun teguran itu justru dibalas dengan tembakan senjata api.
Peluru mengenai kepala bagian kanan Brigadir Arya hingga menembus sisi kiri kepalanya.
Berdasarkan rekaman CCTV, almarhum sempat melakukan perlawanan dan terlibat duel fisik dengan pelaku sebelum akhirnya roboh akibat tembakan jarak dekat.
Setelah kejadian, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor dan bahkan sempat menodongkan senjata api ke arah petugas kebersihan untuk membuka jalan pelarian.
Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Brigadir Arya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan almarhum akan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).
"Sudah saya minta untuk diberikan KPLB atas pengabdiannya hingga gugur saat melaksanakan tugasnya," kata Sigit.
Kapolri menegaskan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi institusi Polri kepada anggota yang gugur dalam menjalankan tugas negara.
"Sebagai apresiasi dan penghormatan tertinggi dari institusi," tegasnya.
Artikel sudah tayang di Kompas
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Profil Singkat Dandhy Dwi Laksono, Orang di Balik Layar Film Dokumenter Pesta Babi |
|
|---|
| Film Pesta Babi Tidak Ada di LK21, Ini Cara Akses untuk Bisa Nonton |
|
|---|
| Habis Rp 150 Juta, Biaya Kiai Ashari Selama Jadi Pelarian Kasus Pencabulan Santriwati di Pati |
|
|---|
| Sepupu Ungkap Chat Terakhir Brigadir Arya, Polisi yang Tewas Ditembak Pencuri di Lampung |
|
|---|
| Tanggapan Anggota DPR Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Ternate, Sebelumnya di Kampus Unram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jovita-istri-Brigadir-Arya-Supena-saat-keluar-dari-kamar-jenazah.jpg)