Berita Viral

Profil Singkat Dandhy Dwi Laksono, Orang di Balik Layar Film Dokumenter Pesta Babi

Beberapa waktu kemudian, kini Dandhy kembali hadir dengan karya film dokumenter berjudul Pesta Babi.

Tayang: | Diperbarui:
Instagram
SUTRADARA FILM BABI - Sosok Dandhy Laksono orang di balik layar film dokumenter Pesta Babi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Film Pesta Babi karya antropolog sosial sekaligus peneliti Cyprianus Jehan Paju Dale, dan jurnalis Dandhy Dwi Laksono ini, tengah ramai diperbincangkan.

Pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah sempat dibubarkan petugas keamanan.

Alasannya pun beragam, mulai dari faktor keamanan hingga berpotensi memicu keresahan.

Seperti pada Jumat (8/5/2026) malam, kegiatan nonton bareng (nobar) film yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate dan Society Of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, dibubarkan pihak TNI dari Kodim 1501/Ternate.

Meski demikian, belum ada penjelasan dari TNI terkait hal tersebut. 

Baca juga: Barcelona Menangi El Clasico dengan Manis, Hajar Real Madrid Langsung Angkat Trofi Liga Spanyol

Tribunnews.com telah mencoba meminta penjelasan perihal kejadian itu kepada Pusat Penerangan (Puspen) TNI dan Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) pada Minggu (10/5/2026).

Pesta Babi merupakan jenis dokumenter investigatif yang membahas konflik lahan, masyarakat adat, hingga keterlibatan aparat dalam proyek strategis nasional (PSN).

PESTA BABI- Film dokumenter Pesta Babi sedang ramai dibicarakan karena isinya yang bagus. Selain itu, netizen heboh lantaran nobar film Pesta Babi dibubarkan TNI.
PESTA BABI- Film dokumenter Pesta Babi sedang ramai dibicarakan karena isinya yang bagus. Selain itu, netizen heboh lantaran nobar film Pesta Babi dibubarkan TNI. (Youtube)

Adapun latar pengambilan gambar Film Pesta Babi ini, berada di wilayah Papua Selatan, terutama di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Ada sejumlah sosok di balik pembuatan Film Pesta Babi tersebut, termasuk Dandhy Dwi Laksono.

Baca juga: Habis Rp 150 Juta, Biaya Kiai Ashari Selama Jadi Pelarian Kasus Pencabulan Santriwati di Pati

Lantas, siapakah Dandhy Dwi Laksono?

Profil Dandhy Dwi Laksono

Dandhy Dwi Laksono lahir pada 29 Juni 1976. Tahun ini, ia berusia 50 tahun. 

Ia merupakan lulusan Sarjana Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Selain itu, Dandhy pernah mengikuti pendidikan non-formal dari beberapa kampus luar negeri, seperti Ohio University Internship Program on Broadcast Journalist Conflict, Amerika Serikat (2007) dan British Council Broadcasting Program, London (2008).

Pria asal Lumajang, Jawa Timur ini, mengawali karier di bidang jurnalisme pada 1998. Saat itu, ia  bergabung bersama Tabloid Kapital sebagai reporter.

Baca juga: Tanggapan Anggota DPR Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Ternate, Sebelumnya di Kampus Unram

Semasa berkarier sebagai jurnalis, ia pernah eksis di berbagai media massa, cetak, hingga online seperti Liputan6 SCTV, ABC Radio Australia, RCTI, hingga First Media News.

Dandhy pun dikenal dengan karya jurnalisme investigasinya, yang mencakup karya tulis dan film dokumenter.

Pada tahun 2009, Dandhy Laksono mendirikan Watchdoc, sebuah rumah produksi yang menayangkan film dokumenter.

Dikutip dari TribunJabar.id, film dokumenter yang disutradarai Dandhy Laksono adalah Dirty Vote, berisi tentang penyelenggaraan pemilihan pemimpin.

Namun, film itu bukan satu-satunya. 

Melalui rumah produksi WatchDoc, Dandhy Laksono pernah merilis film berjudul "Ketujuh" pada 2014. 

Pada 2017, Dandhy Laksono menjadi sosok di balik film "Jakarta Unfair" yang dirilis menjelang Pilkada DKI Jakarta.

Karya dokumenter lainnya, yakni Sexy Killers, yang dirilis sebelum pemilihan umum Indonesia 2019. 

Film tersebut, mendokumentasikan kolusi antara elit politik dan industri pertambangan batu bara yang bertanggung jawab untuk kerusakan lingkungan. 

Beberapa waktu kemudian, kini Dandhy kembali hadir dengan karya film dokumenter berjudul Pesta Babi.

Film Pesta Babi berdurasi total sekitar 95 menit atau 1 jam 35 menit. 

Film dokumenter Pesta Babi ini direkam dan diproduksi dari tahun 2024-2025, dan selesai pada tahun 2026.

Kemudian film ini resmi rilis pada April 2026, dan mengundang perhatian publik.

Para aktivis dan pegiat kemanusiaan ramai melakukan kegiatan nonton bareng. Namun, kegiatan nonton bareng di sejumlah daerah dibubarkan, sebagaimana dilansir Tribun-Medan.com.

Penelusuran Tribunnews di akun Instagram pribadi Dandhy Laksono, @dandhy_laksono, diketahui beberapa informasi tentang nobar film Pesta Babi. 

Disebutkan, nobar Pesta Babi dilakukan di sejumlah lokasi, seperti sekolah di Garut, Jawa Barat, Bimbel di Bandung, hingga salah satu universitas di Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Selain itu, pada postingan Sabtu (9/5/2026), Dandy Laksono juga mengunggah flyer kegiatan Nobar film di Gresik, Jawa Timur.

Terdapat pula unggahan tentang pembubaran nobar Film Pesta Babi. 

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved