Berita Viral

Sepupu Ungkap Chat Terakhir Brigadir Arya, Polisi yang Tewas Ditembak Pencuri di Lampung

Brigadir Arya Supena gugur setelah menjadi korban penembakan oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bandar Lampung

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Jovita istri Brigadir Arya Supena saat keluar dari kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (9/5/2026). Ia tampak tak bisa membendung kesehidahannya. 

“Dia kalau pulang ke Metro biasanya cepat ganti pakaian biasa. Tidak suka menonjolkan dirinya sebagai anggota polisi, meski orang-orang sebenarnya sudah tahu,” ujar Galung saat ditemui di rumah duka di Jalan Piagam Jakarta, Metro Barat, Sabtu malam (9/5/2026).

Galung juga menggambarkan almarhum sebagai sosok yang aktif berolahraga dan mudah bergaul.

Di tengah kesibukan sebagai aparat kepolisian, Brigadir Arya tetap meluangkan waktu untuk berolahraga seperti lari, bulu tangkis, hingga futsal.

Ia juga kerap bersepeda bersama istrinya saat pulang ke daerah asal.

“Dia orangnya mudah bergaul, humoris kalau sudah dekat. Tapi di awal memang terlihat pendiam,” kata Galung.

Selain itu, almarhum juga dikenal sering memberikan dukungan kepada keluarga, termasuk kepada Galung yang sedang merintis kanal YouTube.

Dukungan tersebut, menurut Galung, masih membekas hingga kini.

“Beberapa waktu lalu dia sempat memberi semangat lewat WhatsApp, mengucapkan selamat karena kanal YouTube saya mulai berkembang. Kami saling menyemangati dalam bekerja,” ujarnya.

Di balik sifatnya yang hangat, Brigadir Arya dikenal memiliki prinsip tegas terhadap tindakan kejahatan.

Galung menyebut karakter tersebut sudah terlihat sejak masa remaja.

“Arya bukan tipe yang mencari masalah, tetapi kalau melihat sesuatu yang tidak benar, dia pasti bersikap. Sejak dulu dia tegas dan tidak mudah mundur,” ungkapnya.

Brigadir Arya meninggalkan dua anak yang masih kecil, masing-masing masih berada di usia PAUD dan balita.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar.

Galung mengaku masih sulit menerima kenyataan tersebut.

“Rasanya seperti mimpi. Kami masih berharap ini tidak benar. Tapi melihat pengabdiannya sampai akhir, kami percaya itu memang jalan hidupnya,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved