Breaking News

Keracunan MBG

Penyebab Keracunan MBG 500 Siswa di Klaten, Terbaru Ada Lagi 252 Siswa Keracunan di Cakung

Ratusan siswa, sejumlah guru yang juga kebagian manyantap MBG ikut mengalami keracunan.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/AI/wartakota
Ilustrasi/Keracunan MBG 

Menu makanan yang disajikan saat itu terdiri dari bakmi Jawa, pangsit tahu, semangka, kecambah rebus, timun, dan tomat.

Namun, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi makanan, khususnya pada menu pangsit isi tahu yang disebut memiliki rasa tidak normal.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” kata Ani.

Keluhan yang muncul didominasi gejala mual, muntah, sakit perut, hingga lemas setelah para siswa pulang sekolah.

Orangtua Panik, Pemeriksaan Masih Berlangsung

Insiden ini memicu kepanikan di kalangan orangtua murid.

Banyak wali murid langsung membawa anak-anak mereka ke puskesmas dan rumah sakit setelah kondisi kesehatan memburuk.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan kini masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.

Sampel makanan juga telah diperiksa di laboratorium guna mengetahui apakah terdapat kontaminasi bakteri atau masalah dalam proses pengolahan makanan.

SPPG Pulogebang Jadi Sorotan

Di tengah penyelidikan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta turut menyoroti operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur, yang diduga menjadi penyedia makanan MBG tersebut.

Ani menjelaskan pihaknya telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG tersebut melalui inspeksi kesehatan lingkungan serta pelatihan kepada para penjamah makanan.

“IKL sudah dilakukan dan saat ini SPPG dalam proses perbaikan dan pelatihan bagi penjamah makanannya,” jelas Ani.

Menurutnya, SPPG tersebut baru mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan masih dalam masa pemenuhan persyaratan administrasi kesehatan.

Berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN), penyelenggara masih diberikan waktu tiga bulan untuk melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Namun, kasus ini memunculkan kekhawatiran publik terkait kesiapan sistem distribusi dan pengawasan program MBG yang menyasar anak-anak sekolah.

Program MBG Disorot Publik

Program Makanan Bergizi Gratis sebelumnya digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved