Perang AS dan Israel vs Iran
Respons Teheran Usai Jet Tempur AS Tembaki 2 Kapal Tanker Iran
Iran menegaskan tidak akan lagi menahan diri menyusul insiden penembakan Amerika Serikat terhadap kapal tankernya di Teluk Oman.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, tindakan militer AS di Teluk Persia justru memperbesar kecurigaan Teheran terhadap keseriusan diplomasi Washington.
“Eskalasi ketegangan terbaru oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan berbagai tindakan mereka dalam melanggar gencatan senjata telah menambah kecurigaan mengenai motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi,” kata Araghchi menurut kantor berita ISNA.
Jawab Proposal AS
Sementara itu, Iran dilaporkan sudah mengirimkan respons terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang kawasan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.
Respons tersebut dikirim melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator, menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Minggu (10/5/2026).
Jawaban ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump sempat mengancam Iran dengan serangan sangat besar jika Teheran tak kunjung mencapai kesepakatan damai.
IRNA melaporkan bahwa tahap awal negosiasi akan difokuskan sepenuhnya pada penghentian permusuhan di kawasan.
“Iran hari ini mengirim melalui mediator Pakistan responsnya terhadap teks terbaru yang diusulkan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang,” tulis IRNA, seperti dikutip Anadolu.
Namun, media pemerintah Iran itu tidak mengungkap isi detail dari jawaban Teheran terhadap proposal Washington.
Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan kepada IRNA bahwa fase negosiasi saat ini hanya akan membahas penghentian konflik sebelum masuk ke pembicaraan yang lebih luas.
Al Jazeera melaporkan Pakistan telah mengonfirmasi penerimaan respons Iran tersebut.
Koresponden Al Jazeera di Islamabad, Kamal Hyder, mengatakan, “Pihak Pakistan mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima respons Iran terhadap proposal AS.”
Ia menambahkan, “Sekarang Pakistan telah menerimanya, akan penting untuk melihat kapan hal itu disampaikan kepada Amerika Serikat, dan kemudian melihat reaksi dari Washington.”
Menurut sumber Reuters dari kedua kubu, upaya diplomasi terbaru saat ini diarahkan pada pembentukan memorandum of understanding sementara untuk menghentikan perang dan memungkinkan lalu lintas kapal kembali melintasi Selat Hormuz.
Kesepakatan yang lebih besar nantinya diperkirakan akan membahas isu-isu pelik, termasuk program nuklir Iran. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
| AS Kembali Bombardir Iran, Gempur Bandar Abbas dan Pulau Qeshm |
|
|---|
| Serangan Heli Apache dan Seahawk AS Tenggelamkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Tebar Ancaman Usai Trump Umumkan Proyek Kebebasan yang Kawal Semua Kapal Lintasi Selat Hormuz |
|
|---|
| Donald Trump Blak-blakan Tak Puas Proposal Terbaru Iran, Buka Opsi Serangan Besar-besaran |
|
|---|
| UPDATE Perang Iran, Teheran Kirim Proposal Baru ke AS, Diserahkan Lewat Pakistan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/China-mengklaim-menjadi-satu-satunya-negara-yang-kapal-kapalnya-diizinkan-Iran.jpg)