Berita Viral

Korban Tewas ke 18 Kecelakaan Bus ALS di Muratara Ternyata Jasad Anak Kecil yang Dipeluk Ibunya

Insiden tabrakan bus ALS dengan truk tangki BBM di Muratara mengakibatkan 18 orang tewas. 

Tayang:
Istimewa
TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 18 orang. (Istimewa/tribunmedan.com) 

Kondisi Jenazah "Hancur Lebur"

Tingkat kerusakan tubuh korban akibat luka bakar menjadi tantangan terberat bagi tim ahli.

Menurut Kombes Pol. Budi, hampir seluruh jenazah yang diterima sudah tidak berbentuk lagi, sehingga identifikasi visual melalui wajah, sidik jari, maupun gigi sangat sulit dilakukan.

Kondisi panas yang ekstrem saat kebakaran terjadi menyebabkan pakaian hingga material bus seperti jok melekat erat pada tubuh para korban.

Bahkan, struktur tulang para korban rata-rata dilaporkan sudah dalam kondisi hancur lebur.

"Kalau secara visual, secara fisik, jaringannya itu lengket hancur, jadi organ reproduksi pun kita tidak bisa mengidentifikasi."

Tim mengambil sampel dari bagian tubuh atau jaringan yang dianggap mengandung "bibit" DNA terbaik untuk dikirim ke Pusdokkes Polri.

"Untuk tulang sudah hancur lebur, karena badan dia lengket termasuk mungkin joknya juga lengket di situ, jadi tidak semua sampel yang kita berikan, tapi kita pilih yang mengandung bibit unsur DNA-nya," ujarnya.

Proses identifikasi ini diperkirakan memakan waktu paling cepat 5 hari dan paling lama sekitar 12 hingga 14 hari, tergantung pada kondisi spesimen yang diterima oleh laboratorium.

Di sisi lain, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah melakukan pendalaman intensif terkait ketidaksesuaian data manifes penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengalami kecelakaan maut di Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026).

Hingga saat ini, jumlah pasti korban dalam insiden tragis tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi atau penumpang gelap yang tidak terdaftar dalam manifes keberangkatan.

Berdasarkan manifes resmi, bus tersebut tercatat hanya membawa lima orang penumpang.

Namun, saat kecelakaan terjadi, ditemukan total 18 orang di dalam bus yang terdiri dari 14 penumpang dan 4 kru bus.

Penyebab Kecelakaan, Hindari Lubang

Berdasarkan hasil olah TKP oleh Ditlantas Polda Sumsel dan Satlantas Polres Musirawas Utara, penyebab utama kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Karang Jaya ini adalah upaya bus menghindari lubang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved