Berita Viral

AS Percepat Pengembangan Jaringan 6G Agar Segera Dinikmati Masyarakat, Didukung Nokia dan Ericsson

Presiden AS Donald Trump memastikan jaringan 6G segera diluncurkan dan dinikmati masyarakat secara luas

Tayang:
Istimewa
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). (WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE) 

TRIBUN-MEDAN.com - Amerika Serikat membangun pengembangan teknologi jaringan 6G. Presiden AS Donald Trump memastikan jaringan 6G segera diluncurkan dan dinikmati masyarakat secara luas pada 2030.  

Informasi tersebut, dilaporkan oleh PhoneArena dalam artikel yang dipublikasikan pada 9 Mei 2026.

Saat ini, pemerintah Amerika Serikat melalui National Telecommunications and Information Administration atau NTIA sedang melakukan analisis untuk menentukan spektrum frekuensi yang akan digunakan pada jaringan 6G di masa depan.

Salah satu frekuensi yang paling banyak dibahas adalah pita 7GHz. 

Frekuensi ini sebelumnya direkomendasikan dalam white paper yang dirilis kelompok 5G Americas pada Oktober 2024.

Rekomendasi tersebut, juga mendapat dukungan dari perusahaan jaringan telekomunikasi besar seperti Nokia dan Ericsson.

Presiden Donald Trump juga disebut menunjukkan ketertarikan besar terhadap pengembangan 6G sejak beberapa tahun lalu.

Pada Desember 2025, Trump menandatangani memorandum berjudul “Winning the 6G Race” yang meminta NTIA menganalisis frekuensi di pita bawah 7GHz, tepatnya pada rentang 7125MHz hingga 7400MHz.

Baca juga: PENGUNGKAPAN 320 WNA Buka Kantor Judol di Jakarta Barat, Ada 1 WNI Bertugas Sebagai Customer Service

Baca juga: RESPONS Eggi Sudjana Soal Video Tuduhan Amien Rais ke Teddy Indra Wijaya: Demi Menyelematkan Prabowo

Baca juga: Kejatisu Periksa Pihak BPN hingga Penerima Ganti Rugi Lahan Tol Medan-Binjai Usut Korupsi

Selain pita 7GHz, ada beberapa spektrum lain yang juga sedang dipertimbangkan untuk teknologi 6G, yaitu:

Frekuensi 4.4GHz
Frekuensi 2.7GHz
Frekuensi 1.6GHz

Namun hingga saat ini, pita 7GHz disebut menjadi kandidat terdepan.

NTIA bahkan meluncurkan situs baru minggu ini untuk menunjukkan perkembangan studi pada setiap spektrum yang sedang diteliti untuk kebutuhan 6G.

Laporan tersebut, menyebut pita 7GHz sudah mencapai tahap lanjutan dalam proses evaluasi dibanding frekuensi lainnya.

Kepala NTIA, Arielle Roth, mengatakan pihaknya terus bekerja untuk membuka lebih banyak ruang spektrum demi mendukung teknologi komunikasi generasi berikutnya.

Menurutnya, penggunaan spektrum yang lebih efisien akan menciptakan nilai dan kapasitas jaringan yang lebih besar.

Pemerintah AS juga menyiapkan dana melalui Spectrum Relocation Fund untuk membiayai studi dan analisis spektrum tersebut.

Menariknya, pemerintahan Trump dikabarkan ingin menghadirkan setidaknya tiga ponsel 6G saat Olimpiade Musim Panas 2028 dimulai.

Meski target tersebut, dianggap cukup ambisius, sejumlah perusahaan teknologi dan operator telekomunikasi mulai melakukan pengujian awal.

Tahun lalu, T-Mobile telah menguji perangkat milik Nokia pada pita 7GHz setelah mendapatkan izin khusus dari Federal Communications Commission atau FCC.

Pengujian itu disebut dilakukan untuk mendukung perkembangan teknologi jaringan masa depan yang diduga kuat mengarah pada pengembangan 6G.

Saat ini, jaringan 5G masih terus berkembang di berbagai negara. Namun persiapan menuju 6G mulai dilakukan lebih awal karena teknologi tersebut diperkirakan akan menghadirkan koneksi lebih cepat, latensi lebih rendah, dan kapasitas jaringan yang jauh lebih besar dibanding 5G.

Baca juga: Baleg DPR RI Serap Aspirasi di Tano Batak, Dorong Percepatan Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Baca juga: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Lawan Jepang, Qatar, dan Thailand

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved