Berita Viral

KRONOLOGI Lisa Andriana Culik dan Sekap Ayah Pacarnya, Tilep Uang Rp2 Miliar dan Emas 1 Kilogram

Kusnadi Chandra (80), seorang lansia asal Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, menjadi korban penyekapan dan penculikan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Istimewa
Lisa Andriana (31) melakukan penculikan dan penyekapan terhadap ayah dari pacarnya sendiri. Selama penyekapan, harta korban miliaran rupiah ludes dikuras pelaku. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus Penyekapan Kusnadi Chandra di Surabaya
  • Pelaku, Lisa Andriana, Pacaran Anak Korban
  • Uang Sebanyak Rp 2 Miliar dan Emas 1 Kilogram Ludes
  • Lisa Andriana Berkomplotan dengan Dua Pria dan Seorang Pembantu Korban.

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kusnadi Chandra, usia 80 tahun, asal Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, menjadi korban penculikan dan penyekapan selama hampir setahun oleh Lisa Andriana (31), pacar dari anaknya sendiri.

Selama penyekapan berlangsung, harta korban miliaran rupiah ludes dikuras pelaku.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan kejadian ini bermula saat Lisa menjalin hubungan asmara dengan anak korban, Agus Pranoto, pada 2025.

Lisa Andriana yang sempat tinggal di rumah korban dikenal sudah dekat dengan keluarga tersebut.

"Mulanya anaknya punya kenalan dan kemudian berpacaran dengan tersangka, lalu dalam perjalanannya mereka sempat agak renggang pacaran, tetapi sebelumnya pacar ini sudah dekat  dengan keluarga termasuk juga dengan korban ini, kakek yang umur 80 tahun ini," kata Luthfie, Jumat (8/5/2026).

Aksi penculikan dan penyekapan dimulai pada Oktober 2025. 

Saat itu, Lisa Andriana meminta Kusnadi Chandra bertemu di suatu lokasi, namun korban justru dihadang dua pria dan dibawa ke sebuah apartemen di kawasan Mulyorejo.

Para pelaku berdalih salah satu anak korban memiliki masalah ekonomi dan utang yang harus dibayar.

Selama disekap, Kusnadi dipindahkan ke beberapa lokasi apartemen dan dikurung tanpa alat komunikasi.

"(Korban) dikurung di dalam satu kamar. Jadi tanpa handphone, tanpa apapun, setiap hari dikasih paket makanan gitu. Dan berpindah-pindah di beberapa tempat," jelas Luthfie.

Selama penyekapan, Lisa Andriana menguras ATM korban yang ia kuasai sebelumnya dengan alasan membantu membayar tagihan.

Uang tersebut digunakan pelaku untuk gaya hidup mewah, termasuk tinggal di hotel dengan tarif Rp 2 juta per malam saat berpacaran dengan anak korban.

"ATM itu terus dipegang oleh tersangka dan terus dikuras duit sampai kurang lebih Rp2 miliar dihitung sampai dengan saat ini. Dan setelah kembali ke rumah ternyata diketahui juga bahwa emas dan perhiasan yang kurang lebih nilainya juga di kisaran 1 kilogram emas itu ternyata juga sudah tidak ada di kamarnya," jelas Luthfie.

Kini, Lisa Andriana bersama pembantunya yang bernama Naily telah ditahan.

Polisi juga masih memburu dua pria yang membantu melakukan penyekapan.

"Kita sedang dalami pelaku-pelaku lain termasuk dua orang yang nyekap dan ada mungkin indikasi pelaku-pelaku lain," pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penyekapan dan pencurian.

Lisa Andriana (31) melakukan penculikan dan penyekapan terhadap ayah dari pacarnya sendiri. Selama penyekapan, harta korban miliaran rupiah ludes dikuras pelaku.
Lisa Andriana (31) melakukan penculikan dan penyekapan terhadap ayah dari pacarnya sendiri. Selama penyekapan, harta korban miliaran rupiah ludes dikuras pelaku. (TRIBUN MEDAN/Istimewa)

Awal Mula Terkuaknya Kasus 

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, peristiwa bermula saat Oktober 2025.

Saat itu, tersangka LA berjanji bertemu KC di suatu tempat. Namun setibanya di lokasi, KC dan LA justru disekap dua orang dan dikurung di sebuah apartemen, serta ponselnya disita. Korban tidak menyadari bahwa otak di balik penyekapan dan penculikannya adalah LA sendiri. Bahkan saat petugas melakukan penggerebkan, KC tidak percaya jika LA otaknya.

"Saat ditemukan, korban justru meminta polisi menyelamatkan tersangka LA karena mengira mereka sama-sama disekap,"ujarnya.

Selama disekap, korban ditempatkan di unit apartemen yang terkunci dari luar tanpa alat komunikasi. Bahkan, kebutuhan makan korban dipenuhi melalui jasa pengiriman yang diatur oleh orang suruhan tersangka.

Anak korban sempat menanyakan keberadaan ayahnya kepada sang pacar. Tetapi, LA beralibi bahwa KC sedang berlibur dengan orang tua LA berkeliling Indonesia.

“Saudara atau anaknya yang lain sebenarnya curiga karena mau jalan-jalan sudah lebih dari 2 bulan, enggak pulang-pulang. Sampai totalnya setahun, mereka juga masih mencari,” jelasnya.

Setelah berbulan-bulan KC tidak kunjung pulang dan terdapat pesan misterius yang meminta pengiriman sejumlah uang, akhirnya keluarga korban memutuskan untuk melapor ke polisi.

Saat penyelidikan melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV, petugas akhirnya menemukan lokasi penyekapan pada 16 April 2026. “Aktivitasnya sehari-hari ya seperti biasa tidur, nonton TV, makanan itu dianterin, tapi tidak ada alat komunikasi saja,” ujarnya. 

Setelah diselidiki, LA  menguasai kartu ATM dan buku tabungan korban setelah memperoleh nomor PIN dengan dalih membantu menyelesaikan persoalan utang keluarga.

Pihaknya mencatat kerugian materiil korban mencapai Rp 2 miliar yang berasal dari pencairan deposito dan penarikan tunai.

"Selain uang tunai, ada dugaan hilangnya perhiasan emas sekitar satu kilogram dari rumah korban," ungkapnya.

Ia menyebut motif utama tersangka diduga karena faktor ekonomi untuk membiayai gaya hidup mewah. “Pelaku juga sempat bilang ke pacarnya atau anak korban untuk keluar dari rumah tinggal di hotel yang per malamnya Rp 2 juta, nanti biayanya biar dia (pelaku) yang nanggung, padahal itu dari uang korban,” jelasnya. 

Pihaknya juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dua pria yang diduga membantu proses penyekapan terhadap korban.

“Nah, kita sedang dalami pelaku termasuk dua orang yang menyekap dan ada indikasi pelaku-pelaku lainnya. Nanti akan kita kembangkan dari keterangan pelaku yang ditangkap,”ujarnya.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: SETAHUN Diculik dan Disekap Pacar Anaknya di Surabaya, Kakek KC Habis Rp2 Miliar dan Emas 1 Kg

Baca juga: KRONOLOGI Kakek 85 Tahun Diculik Disekap Pacar Anaknya Selama Setahun, Uang Rp2 M Emas 1 Kg Habis

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved