Berita Viral
Doktrin Kiai Ashari untuk Cabuli Puluhan Santriwati: Berani Lawan Guru Berarti Lawan Tuhan
Terkuak doktrin yang diucapkan Kiai Ashari untuk cabuli puluhan santriwati di Pati, Jawa Tengah sehingga pelaku tak berani melawan
TRIBUN-MEDAN.COM – Terkuak doktrin Kiai Ashari untuk cabuli puluhan santriwati di Pati, Jawa Tengah.
Ucapan Kiai Ashari pengasuh Ponpes di Pati yang diduga cabuli 50 santriwati terkuak.
Ashari diduga menggunakan doktrin agama dan ancaman spiritual untuk memanipulasi para santriwati.
Modus tersebut disebut dilakukan agar korban menuruti keinginan pelaku tanpa berani melawan.
Salah satu orang tua korban berinisial H mengungkapkan, pelaku menanamkan doktrin ketaatan mutlak kepada para santri sejak tahun 2020 hingga 2024.
Para korban disebut dipaksa percaya bahwa menolak perintah seorang guru atau kiai merupakan tindakan melawan Tuhan.
Baca juga: KRONOLOGI Kakek 85 Tahun Diculik Disekap Pacar Anaknya Selama Setahun, Uang Rp2 M Emas 1 Kg Habis
Menurut H, anak-anak dibuat takut dengan keyakinan bahwa membantah pelaku akan dianggap sebagai dosa besar.
Tidak hanya itu, Ashari juga diduga menggunakan narasi mistis untuk membenarkan tindakan tidak pantas yang dilakukannya.
Kepada para santri, pelaku disebut mengklaim bahwa seluruh tindakannya berasal dari “perintah alam gaib” sehingga harus dipatuhi meski mengarah pada hal negatif.
Dugaan manipulasi psikologis dan spiritual tersebut kini menjadi perhatian serius dalam pengusutan kasus pencabulan yang menyeret nama pengasuh pesantren itu.
Polisi pun masih terus mendalami keterangan para korban dan saksi guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di lingkungan ponpes tersebut.
Berdasarkan pengakuan anaknya dan para santri lain, pelaku menanamkan rasa takut yang luar biasa melalui doktrin ketaatan buta.
Baca juga: ALASAN Ahmad Dedi Eks Pejabat Bea Cukai Kabur Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK
Korban dipaksa percaya bahwa menolak kemauan pelaku adalah dosa besar.
“Anak-anak didoktrin kalau apa pun yang dilakukan kiai harus dituruti. Kalau murid berani melawan guru, berarti melawan Allah,” ujar H saat memberikan keterangan di Semarang, Jumat (8/5/2026).
Tak hanya itu, Ashari menggunakan narasi mistis untuk melegitimasi tindakannya.
Pelaku menyebut bahwa perlakuan tidak wajar tersebut merupakan instruksi dari alam lain.
“Katanya apa yang dilakukan kiai itu dari alam gaib, jadi murid harus nurut walaupun arahnya negatif,” tambahnya.
Siasat licik lainnya adalah ancaman psikologis mengenai masa depan pendidikan para santri.
Jika ada santri yang berontak, pelaku menakut-nakuti mereka dengan memutus keberkahan ilmu yang sedang dipelajari.
Baca juga: Penyesalan Badut Mojokerto Habisi Mertua dan Aniaya Istri, Curhat Cuma Dianggap Jika Berduit Saja
“Kalau tidak manut, katanya jalur ilmunya diputus. Anak-anak jadi takut,” kata H.
Kombinasi antara rasa takut dianggap melawan Tuhan dan kekhawatiran ilmunya tidak bermanfaat membuat para korban terperangkap dalam diam selama bertahun-tahun.
H menyebut secara logika anak-anak ingin berontak, namun mental mereka sudah terkunci oleh doktrin tersebut.
“Secara normal anak-anak pasti berontak. Tapi karena sudah takut dan didoktrin terus, akhirnya nurut,” jelasnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribuntrends
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KELAKUAN-Kiai-Cabul-di-Pati-Dibongkar-Santriwati-Diajak-Tidur-Bereng-Untuk-Sembuhkan-Penyakit-Iri.jpg)