Berita Viral

SOSOK Orang Terdekat Bantu Aksi Bejat Kiai Ashari, Siapkan Kamar Untuk Cabuli Santriwati

Terungkap orang terdekat yang ikut bantu aksi bejat Kiai Ashari yang bertugas membantu menyiapkan kamar khusus untuk mencabuli para santriwati

Tayang:
IST
KIAI PATI CABUL - Ashari, kiai pondok pesantren di Pati tersangka pencabulan 50 santriwati. Terungkap orang terdekat yang ikut membantu aksi bejatnya. 

Berdasarkan data yang dihimpun, awalnya terdapat sekitar 15 orang yang menjadi korban.

Dari jumlah tersebut, 14 orang sempat melapor, namun kini hanya lima perkara yang ditangani secara resmi oleh Polres Pati.

Sebanyak tujuh laporan dicabut oleh pelapor, bahkan beberapa korban ada yang diberi pekerjaan di dalam pondok pesantren sebagai pengajar.

Pihak kuasa hukum berjanji akan terus mendorong penyidik untuk memanggil pihak-pihak tersebut pada minggu depan.

Mengingat banyaknya jumlah korban dan aksi ini dilakukan di lingkungan pendidikan, Ali Yusron meminta agar hakim menjatuhkan hukuman maksimal 18 tahun penjara kepada tersangka.

Baca juga: Kronologi Siswa SD Meninggal Diduga Usai Konsumsi Mi Instan Pedas dan Minuman Bersoda

Fakta Baru Ashari Tersangka Pencabulan di Pati, Bukan Kiai dan Kebal Hukum, PWNU Anggap Dia Dukun

Disisi lain diberitakan sebelumnya, pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah melakukan penelusuran dan menemukan fakta berbeda mengenai sosok Ashari.

Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin, memberikan klarifikasi terkait identitas pelaku kekerasan seksual di Pati yang selama ini dikenal publik sebagai Kiai Ashari.

Ia menegaskan bahwa penyebutan tersebut tidak tepat karena tersangka bukanlah kiai maupun pengasuh pesantren di bawah naungan NU.

Ia disebut lebih tepat dikenal sebagai seorang tabib atau dukun yang menjalankan praktik ritual penyembuhan.

Dari praktik tersebut, Ashari kemudian diketahui sempat mendirikan sebuah lembaga pendidikan.

Namun, hal itu tidak serta-merta menjadikannya seorang kiai dalam pengertian yang selama ini dipahami di lingkungan pesantren NU.

“Dia itu sebetulnya bukan kiai. Dia tabib, dukun. Ini yang perlu kita klarifikasi sebetulnya yang di mana-mana itu disampaikan sebagai kiai,” tegas Rozin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (8/5/2026).

*/tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbogor

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved