Berita Viral

Penyesalan Badut Mojokerto Habisi Mertua dan Aniaya Istri, Curhat Cuma Dianggap Jika Berduit Saja

Penyesalan Satuan (42) yang bekerja sebagai badut di Mojokerto usai menghabisi mertuanya dan menganiaya istrinya

Tayang:
Surya.co.id
BADUT PEMBUNUH: Curhatan badut Mojokerto yang bunuh mertua dan aniaya istri menuai simpati netizen. Pelaku lelah kerja keras tapi tak dihargai dan diselingkuhi. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Penyesalan Satuan (42) yang bekerja sebagai badut di Mojokerto usai menghabisi mertuanya dan menganiaya istrinya.

Badut di Mojokerto itu mengaku menyesal setelah menghabisi nyawa mertuanya dan menganiaya istrinya.

Kini, ia menuai simpati dari netizen di media sosial setelah mengungkap curhatannya.

Dimana semua perbuatan keji itu dilakukan Tuan lantaran tak dihargai oleh mertua dan istrinya.

Hal itulah yang membuat Tuan nekat menghabisi nyawa ibu mertua, Siti Arofah (54) di kediamannya di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puti, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Rabu (6/5/2026).

Adapun terkait dengan alasannya membunuh sang ibu mertua, Tuan mengaku tidak sengaja.

Sebelum membunuh mertua, Tuan terlebih dahulu menganiaya sang istri, Sri Wahyuni (35).

Baca juga: Grebek Markas Judol di Hayam Wuruk, Bareskrim Polri Amankan 321 WNA, Status Visanya Overstay

Hal itu karena Siti Arofah tiba-tiba datang ke kamar saat Tuan menganiaya Sri Wahyuni.

"Saya panik tiba-tiba (ibu mertua) datang, makanya saya langsung ambil pisau di dapur," akui Tuan.

Tak cuma itu, Tuan juga mengaku bahwa ibu mertuanya itu sering berbicara kasar kepadanya.


Tuan menyebut dirinya baru dianggap menantu jika punya uang saja.

"Mertua kalau berbicara juga kasar, (polemik dengan mertua) tidak lama Desember lalu. Mantu kalau ada uang dianggap menantu, kalau pas tidak ada ya seperti itu," pungkas Tuan.

Kendati kesal dengan mertua, Tuan mengaku menyesali perbuatannya.

Namun yang paling ia pikirkan adalah soal bagaimana nasib anaknya.

"Kepikiran anakku yang kecil terus. Nyesel pasti nyesel. Ya enggak bisa tidur kepikiran yang kecil, dari Minggu belum tidur," ujar Tuan sambil menangis.

Baca juga: Kronologi Siswa SD Meninggal Diduga Usai Konsumsi Mi Instan Pedas dan Minuman Bersoda

Sementara itu kepada penyidik, Tuan mengungkap alasannya tega menganiaya sang istri.

Tuan murka karena diselingkuhi sang istri.

Ia sakit hati dikhianati oleh Sri Wahyuni usai enam tahun menikah.

Diungkap Tuan, selama ini ia bekerja keras banting tulang mencari nafkah di jalanan.

Setiap hari Tuan bekerja sebagai badut jalanan dan juga berkeliling jualan mainan anak-anak hingga ke Surabaya.

Selama berkeliling jualan dan jadi badut, Tuan selalu membawa anaknya yang masih berusia 3,5 tahun.

"Istri saya selingkuh. Saya tahu sejak lama cuma saya ikuti alurnya aja. Dibiarin kok tambah gitu. Saya kan mangkelnya, (istri) enggak lihat saya kerja sama bawa anak kecil, hujan-hujan, panas-panas," ungkap Tuan.

Bukan tanpa alasan Tuan membawa anaknya untuk ikut mencari nafkah.

Tuan bercerita bahwa istrinya ogah mengasuh anak mereka gara-gara uang yang diberikan Tuan katanya tidak cukup.

Baca juga: Jerit Tangis Istri Brigadir Arya, Suaminya Tewas Ditembak Pelaku Curanmor: Anak-anak Butuh Dia

Sri Wahyuni kabarnya mau mengurus anaknya kalau suaminya memberikannya uang sesuai keinginannya.

"Di rumah enggak ada yang momong. Istri mau momong kalau semua dipenuhi," kata Tuan.

Sembari menahan tangis, Tuan pun menceritakan kesehariannya bekerja sembari membawa anak.

Tuan sebenarnya pun tak tega mengajak serta putranya keliling di jalanan.

Tapi karena tak ada pilihan, Tuan pun membawa anaknya saat bekerja karena tahu jika di rumah, pasti tidak akan diurus oleh ibunya.

"Sampai orang (nanya) 'ibunya ke mana?'. (Istri bilangnya mau momong kalau semua dipenuhi. Maksudnya uang belanja sendiri, uang sekolah sendiri, uang make up sendiri. Sedangkan saya kan penghasilannya enggak tentu," ucap Tuan.

"Istri saya moro tangan sering, soalnya istri saya itu mulut keluar pasti tangan keluar, kasar sama anak kecil," sambungnya.

Terkait perselingkuhan sang istri, Tuan mengaku sudah tahu sejak lama.

Alasan istrinya selingkuh diungkap Tuan adalah karena ia ingin kaya raya secara instan.

"Akhirnya (istri selingkuh) larinya ke yang beruang, maunya yang instan," kata Tuan.

Selain selingkuh dan kasar, Sri Wahyuni diakui Tuan juga punya banyak utang.

"Istri banyak utang di luar, sama rentenir. Satu minggu itu saya diberi rincian kurang lebih Rp3 juta (jumlah utangnya)," akui Tuan.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunbogor

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved