Kelangkaan BBM

BBM Makin Langka di Palangka Raya, Warga Hujan-hujanan Antre 1 Km, Massa Geruduk Kantor Pertamina

Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Antrean mencapai 1 Km

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Istimewa
ANTRE BBM - Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kota Palangka Raya, Jumat (8/5/2026), tidak menyurutkan warga untuk tetap bertahan mengantre BBM di SPBU Jalan RTA Milono. (Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain) 

“Sudah antre selama dua jam lebih, baru dapat sekarang. Saya tunggu dari jam 06.30 baru selesai jam 08.45-an. Rasanya kemarin tidak separah ini, ini semakin panjang dan lama antrenya,” ungkap Mulyadi dengan nada kecewa. 

Senada dengan Mulyadi, Hendri (56) warga Jalan Adonis Samad, merasa frustrasi karena harus berkeliling kota mencari SPBU yang antreannya masuk akal. 

Menurutnya, situasi ini terus memburuk setiap harinya tanpa ada tanda-tanda perbaikan.

“Makin parah, bukannya makin baik. Enggak tahu kebijakan pemerintah ini seperti apa, apakah tidak ada evaluasi sebelumnya sampai jadi begini,” tutur Hendri. 

Massa Geruduk Kantor Pertamina

Kondisi kelangkaan BBM di Palangka Raya yang sudah terjadi beberapa hari terakhir, memantik protes masyarakat. 

Sekelompok massa bahkan mendatangi kantor Pertamina untuk mempertanyakan klaim stok BBM yang disebut “aman”, di tengah banyaknya masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM.

Koordinator Aksi, Afan Safrian mengatakan, masyarakat mulai kebingungan karena harus antre panjang namun tetap tidak mendapatkan BBM.

Ia mempertanyakan pernyataan Pertamina yang menyebut stok BBM di Kalteng dalam kondisi aman. “Makanya saya pertanyakan statement Pertamina yang mengatakan stok BBM kita aman. Aman yang gimana yang mereka maksud itu? Kenapa SPBU masih antre panjang, masyarakat bahkan ada yang tidak mendapatkan juga,” katanya.

Menurut Afan, apabila stok benar-benar aman, seharusnya antrean panjang tidak terus terjadi di SPBU. “Kalau aman kan otomatis masyarakat di SPBU tidak ada antrean, semua kebutuhan masyarakat terpenuhi,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, saat mendatangi kantor Pertamina, rombongan masyarakat awalnya hanya disambut petugas keamanan dan sejumlah pegawai. “Saat kami tanyakan pimpinan regionalnya, mereka bilang lagi dinas di luar kota, di Balikpapan,” ujarnya.

Afan mengaku pihaknya kemudian meminta untuk melakukan komunikasi langsung dengan Sales Area Manager Retail Kalteng PT Pertamina Patra Niaga melalui sambungan video call.

“Tadi video call, beliau ada di hotel, sedangkan masyarakat di sini kesusahan gak dapat BBM,” katanya.

Menurutnya, dari hasil komunikasi tersebut, pihak Pertamina belum memberikan solusi konkret terkait kondisi antrean BBM yang terjadi saat ini.

“Mereka tetap kekeh mengatakan stok BBM aman. Tapi ketika kami minta data transparansi stok BBM per SPBU per hari, mereka nggak mau kasih,” ujarnya.

Ia mengatakan, alasan yang diberikan pihak Pertamina karena data tersebut dianggap bersifat privasi. “Padahal masyarakat ingin tahu stok yang dibilang aman itu seperti apa,” katanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved