Kelangkaan BBM
BBM Makin Langka di Palangka Raya, Warga Hujan-hujanan Antre 1 Km, Massa Geruduk Kantor Pertamina
Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Antrean mencapai 1 Km
TRIBUN-MEDAN.com - Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kelangkaan bahkan memasuki level yang mengkhawatirkan. Pada Jumat (8/5/2026), antrean kendaraan di berbagai SPBU dilaporkan kian parah dibandingkan lima hari sebelumnya.
Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular hingga memakan sebagian besar badan jalan utama, yang berakibat pada kemacetan arus lalu lintas di beberapa titik strategis kota.
Berdasarkan pantauan TribunKalteng.com, antrean kendaraan terlihat mengular sejak pagi di beberapa SPBU. Antrean pun mencapai lebih dari 1 kilometer (km).
Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kota Palangka Raya tidak menyurutkan warga untuk tetap bertahan mengantre BBM di sejumlah SPBU.
Di salah satu titik antrean, deretan sepeda motor tampak memanjang hingga ke badan jalan.
Sejumlah pengendara mengenakan jas hujan seadanya, sementara lainnya memilih berteduh sambil sesekali mendorong motor agar antrean tetap bergerak.
Rintik hujan yang berubah menjadi deras membuat suasana antrean semakin semrawut.
Genangan air terlihat memenuhi sisi jalan, sedangkan pengendara motor terus berdesakan sambil menjaga posisi antrean mereka agar tidak terpotong.
Sebagian warga bahkan terlihat sudah mengantre sejak pagi hingga siang hari demi mendapatkan BBM.
Mudrik (23), seorang mahasiswa di Palangka Raya, mengaku tetap memilih antre meski hujan turun deras karena kesulitan mendapatkan BBM eceran untuk kebutuhan sehari-hari.
“Karena saya sendiri mengalami kesulitan minyak untuk saya kuliah. Cari yang eceran sudah tidak ada lagi, mau tidak mau saya rela harus mengantri,” katanya, Jumat (8/5/2026), dikutip dari TribunKalteng.com.
Akibat kondisi tersebut, Mudrik mengaku aktivitas kuliahnya ikut terganggu. Ia bahkan terpaksa menunda pertemuan dengan dosen pembimbing skripsinya karena kesulitan mendapatkan bensin.
“Saya harusnya ketemu dosen buat skripsi, tapi karena nggak ada minyak, mau nggak mau saya harus antre,” ujarnya. Menurutnya, kondisi antrean BBM mulai terasa semakin parah sejak sehari terakhir.
Mulyadi (42), seorang warga yang mengantre di SPBU Imam Bonjol, mengaku harus menghabiskan waktu lebih dari dua jam hanya untuk mengisi tangki motornya dengan Pertamax.
| Pastikan Stok BBM di Dairi Aman, Kapolres Minta Mobil Truk Tidak Boleh Isi Lebih Dari 40 Liter |
|
|---|
| PERTAMINA Sanggah BBM Langka, Ungkap Alasan di Balik Stok Terbatas, Besok Sudah Kembali Normal |
|
|---|
| BBM LANGKA, Polda Sumut Selidiki Indikasi Penimbunan Minyak di Balik Kelangkaan BBM di Medan |
|
|---|
| 6 Hari Beruntun Kesulitan Dapat BBM, Pengendara Ini Duga Ada Mafia Minyak dan Penimbunan |
|
|---|
| BBM Langka di Sumut, LBH Medan Minta Pertamina Segera Mengatasi Kekurangan Pasokan Bahan Bakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BBM-langka-di-Palangka-Raya.jpg)