Berita Viral

KORBAN Tewas Kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki Jadi 17 Jiwa, Tahrul Meninggal Usai Dirawat 3 Hari

Korban jiwa dalam kecelakaan bus ALS vs mobil tangki di Jalan Lintas Sumatera, Muratara, menjadi 17 orang, Jumat (8/5/2026). 

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/Istimewa
BUS KECELAKAAN TERBAKAR - Polisi mengungkap dugaan penyebab kebakaran usai kecelakaan Bus ALS vs Truk isi BBM. Api diduga berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan terjadi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Korban jiwa dalam kecelakaan bus ALS vs mobil tangki di Jalan Lintas Sumatera, Muratara, menjadi 17 orang, Jumat (8/5/2026). 

Korban tewas bertambah satu yang sebelumnya 16 orang. 

Korban tewas bernama Muhamad Tahrul, warga Tegal. 

Tahrul meninggal seusai dirawat intensif selama tiga hari di RSUD Rupit.

Tahrul merupakan penumpang ALS.  

Korban meninggal akibat kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), bertambah menjadi 17 orang.

Korban terakhir diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal.

Dia meninggal pada Jumat (8/5/2026) sekira pukul 11.00 setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Rupit.

 Kabar meninggalnya korban dibenarkan Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Sodikin.

“Salah satu korban yang dirawat di RSUD Rupit meninggal atas nama Muhamad Tahrul Hubaidi asal Tegal,” katanya.

Baca juga: Pembagian Grup Piala AFF Berlangsung Meriah, Bobby Tegaskan Kesiapan Stadion

Baca juga: Polres Toba Ringkus Bandar, Pengedar dan Pemakai Sabu, Berikut Kronologinya

Menurut Kanit Gakkum, korban merupakan satu dari empat korban selamat dalam insiden tabrakan bus ALS dengan truk tangki BBM pada Rabu (6/5/2026) siang.

“Korban meninggal akibat luka bakar 90 persen di sekujur tubuhnya,” ungkapnya.

KORBAN BERTAMBAH- Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalinsum Kabupaten Muratara bertambah menjadi 17 orang. Korban terbaru diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Rupit
KORBAN BERTAMBAH- Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalinsum Kabupaten Muratara bertambah menjadi 17 orang. Korban terbaru diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Rupit (IST)

Dipindah ke RS Bhayangkara Palembang

Sebelumnya, tiga korban selamat dalam kecelakaan bus ALS dengan truk tangki BBM di Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara) pada Rabu (6/5/2026) siang, dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang.

Ngadiono, satu dari tiga korban itu secara khusus dipindah dari RSUD Rupit ke RS Bhayangkara Palembang menggunakan helikopter.

Salah satu pertimbangannya adalah kondisi luka bakar yang serius baik di bagian tubuh maupun wajah korban.

Ngadiono merupakan warga Kabupaten Pati yang menjadi korban kecelakaan saat perjalanan menuju Medan Sumatera Utara menggunakan bus ALS.

Korban selamat dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM di Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Ngadiono (44), tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Jumat (8/5/2026) sekira pukul 11.40.

Korban sebelumnya diberangkatkan dari RSUD Rupit sekira pukul 09.00 menggunakan helikopter milik Polri.

Ngadiono yang mengalami luka bakar cukup serius di bagian tubuh dan wajah itu tiba dengan pengawalan dokter serta perawat RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

Saat dievakuasi, korban masih menggunakan alat bantu medis seperti infus dan oksigen.

Meski terlihat sadar, korban diduga masih mengalami trauma akibat peristiwa kecelakaan tersebut.

Sebelumnya, Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan, Kombes Pol dr Budi Susanto mengatakan, ada tiga korban selamat yang dirawat di RSUD Rupit dan dievakuasi ke Palembang.

Ketiga korban tersebut yakni Ngadiono (44) dan Jumiatun (35) warga Kabupaten Pati, dan M Tarul (31) warga Tegal.

“Dievakuasi melalui udara dan jalur darat. Pertimbangannya apakah kondisi pasien cukup transportable untuk dipindahkan atau dievakuasi."

"Pasien memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih invasif dan lebih lanjut,” katanya.

Selain penanganan korban selamat, RS Bhayangkara juga terus melakukan proses identifikasi korban meninggal.

“Saat ini sudah 11 sampel korban yang diambil, sedangkan lima lainnya masih menunggu kehadiran pihak keluarga,” ujarnya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayangd di tribun-jateng.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved