Berita Viral
PEMBELAAN BKN Soal Ramai Kejanggalan Ujian Tes Kopdes Merah Putih Berubah Sendiri: Cuma Delay
Inilah klarifikasi BKN soal ramai kejanggalan ujian tes Koperasi Desa Merah Putih yang berubah-ubah sendiri bahkan terisi otomatis hingga mencurigakan
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah klarifikasi BKN soal ramai kejanggalan ujian tes Koperasi Desa Merah Putih yang berubah-ubah sendiri.
Belakangan ramai keluhan dari peserta tes Kopdes Merah Putih yang mengaku menyaksikan jawaban berpindah sendiri bahkan terisi otomatis.
Kejadian ini sontak menimbulkan kebingungan sekaligus rasa tidak percaya di kalangan peserta.
Meski demikian, BKN menegaskan bahwa sistem tetap aman di bawah pengawasan BSSN.
Pihak BKN juga menyebut hal itu hanya delay dan tidak ada perubahan data, melainkan hanya keterlambatan pembaruan tampilan.
Humas Badan Kepegawaian Negara memberikan klarifikasi terkait perubahan kunci jawaban pada tes CAT tersebut.
Sebelumnya, sejumlah peserta memang melaporkan adanya kejanggalan saat proses ujian berlangsung.
Baca juga: SOSOK Istri Kiai Ashari Cabuli 50 Santriwati, Tinggal di Pesantren Juga Tapi Tak Pernah Tidur Bareng
Insiden itu terjadi dalam seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu.
Menurut BKN, jawaban yang sudah dipilih peserta sebenarnya telah tersimpan dengan baik di dalam sistem.
Namun, delay pada layar membuat tampilan seolah-olah terjadi perubahan, sehingga memicu keraguan hasil ujian.
“Jawaban yang sudah dipilih itu sebenarnya sudah tersimpan di sistem. Memang dalam kondisi tertentu, terutama saat banyak peserta mengakses secara bersamaan, tampilan di layar kadang mengalami delay atau keterlambatan,” kata Humas BKN saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (7/5/2026).
Kondisi tersebut membuat jawaban yang telah dipilih peserta terlihat berpindah-pindah di layar, sehingga memicu kepanikan peserta saat ujian berlangsung.
“Jadi terlihatnya seperti berpindah-pindah, padahal jawaban yang dipilih itu sudah tersimpan,” katanya.
Humas BKN memastikan sistem CAT yang digunakan telah melalui proses audit keamanan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sehingga keamanan data peserta tetap terjamin.
“Sistem kami sudah diaudit oleh BSSN dan sudah digunakan berkali-kali. Jadi tidak mungkin jawaban peserta tidak tersimpan,” tegasnya.
Selain faktor delay sistem, Humas BKN menilai kepanikan peserta juga dipengaruhi waktu pengerjaan yang terbatas dengan jumlah soal yang cukup banyak.
Baca juga: Hakim Vonis Bebas Junara Warga Toba Terdakwa Kasus Penganiayaan di Medan
“Mungkin karena waktunya terasa mepet dengan jumlah soal yang banyak, sehingga peserta menjadi panik dan akhirnya muncul kegaduhan seperti ini,” tutupnya.
Meski demikian, BKN memastikan seluruh jawaban peserta tetap aman tersimpan di sistem selama ujian berlangsung.
Sebelumnya beberapa peserta yang curhat soal kejanggalan ujian yang baru saja mereka kerjakan.
Seperti peserta bernama Arif Al Hakim.
Dalam akun TikTok-nya, Arif menceritakan proses pengerjaan tes kompetensi yang baru saja ia lakukan.
Dengan wajah lesu, Arif mengaku heran dengan website yang disediakan untuk pengerjaan soal ujian dengan sistem CAT.
Arif mengungkap keanehan dalam proses pengerjaan tes tersebut.
Yakni jawaban yang telah dipilih Arif tiba-tiba saja berubah.
Hal itulah yang membuat Arif pesimis lolos di tes tersebut.
Baca juga: Polres Simalungun dan Polsek Gunung Malela Damaikan Dua Pihak yang Saling Lapor Kasus Pengrusakan
"Aku baru aja selesai tes kompetensi yang koperasi desa. Jangan berharap banyak, tapi enggak tahu kenapa, websitenya itu aneh banget.
Kita udah jawab misalnya jawaban yang kita rasa benar, jawabannya udah disimpan, tiba-tiba pas kita balik, kursornya ngeganti jawabannya.
Jadi jangan berharap banyak. Ya udah lakuin aja, pilih aja asal klik, kalaupun jawaban benar, sama sistemnya nanti disalahin," pungkas Arif dalam video yang ia bagikan di TikTok.
Lantaran hal tersebut, Arif mengaku sudah tidak percaya lagi dengan proses rekrutmen yang dibuat negara.
"I don't know why. Tapi, aku udah enggak percaya sama proses seleksinya. Jadi, gws deh Indonesia," ujar Arif.
Tak cuma Arif, peserta tes kompetensi calon manajer Kopdes dari Makassar bernama Yusuf Saleh mengeluhkan hal serupa.
Namun lebih parah, Yusuf justru mendapatkan empat kendala saat mengerjakan soal ujian.
Pertama, Yusuf menyinggung soal jaringan internet yang lambat.
Kedua, Yusuf menyebut bahwa soal yang diberikan sangat banyak tapi waktu menjawabnya singkat.
"Saya salah satu peserta yang mendapatkan kendala, jaringan yang sangat lalot, dengan pertanyaan yang sangat banyak dan pengerjaan soal yang sangat singkat," ujar Yusuf.
Lalu ketiga, masalah Yusuf sama dengan Arif.
Yakni jawaban yang sudah dipilih Yusuf mendadak berubah setelah lanjut mengerjakan soal berikutnya.
"Tadi saya menjawab soal nomor satu, dengan pilihan jawaban A. Kenapa ya tiba-tiba loncat di pilihan jawaban lain, sehingga saya merasa dirugikan," pungkas Yusuf.
Lalu terakhir, yang paling fatal, yakni saat Yusuf hendak mengerjakan soal ke materi berikutnya, mendadak sistem mengeluarkan nilainya.
Padahal waktu pengerjaan masih ada.
"Kendala selanjutnya, ketika saya move ke pertanyaan manajerial, belum saya menjawab soalnya, itu sudah keluar nilainya atau keluar dari pengerjaan soal," kata Yusuf.
Dari situlah Yusuf curiga dengan seleksi tes yang ia lakukan tersebut.
Yusuf meminta agar pihak penyelenggara bisa berbenah.
"Kayaknya bukan cuma saya yang merasakan kendala hari ini, yang tes di Universitas Muhammadiyah Makassar, tolong diupdate, kalau bisa diulang ujiannya," pungkas Yusuf.
Selain itu, ada juga netizen yang mengaku mengalami hal serupa dengan Yusuf dan Arif.
"Saya bersaksi demi Allah saya di jambi tes di BKN, tes tanggal 3 di saat saya mengklik sampe berkali kali tapi jawaban gak bisa di simpan dan jawabannya terisi otomatis," tulis akun bernama Mandkom.
*/tribun-medan.com
sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntrends
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/REKRUTMEN-KOPDES-Viral-calon-manajer-Koperasi-Merah-Putih-membongkar.jpg)