Berita Viral

KELAKUAN Kiai Cabul di Pati Dibongkar Santriwati, Diajak Tidur Bereng Untuk Sembuhkan Penyakit Iri

Kata Tari, Ashari menyebut bahwa dengan tidur bareng dengannya, penyakit iri dengki di hati Tari bisa sembuh.

Tayang:
Youtube
KIAI CABUL DI PATI: Salah satu santriwati (kiri) mengurai pengakuan mengejutkan soal modus kiai cabul di Pati bernama Ashari (kanan). Korban mengaku disuruh tidur bareng pelaku. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kelakuan kiai cabul, Ashari di Pati.

Siasatnya dibongkar santriwati yang pernah menjadi korbannya saat di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati.

Ashari mengaku bisa menyembuhkan penyakit korbannya dengan tidur bersama.

Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2026, 98 Pertandingan Disiarkan Langsung Live TVRI

Mantan santriwati bernama samaran Tari itu mengaku dirinya pernah menjadi korban kebejatan Kiai Ashari.

Setelah 6 tahun bungkam, Tari pun mantap melaporkan Ashari ke polisi.

Dalam podcast bersama artis Denny Sumargo, Tari menceritakan awal mula dirinya diperlakukan tak senonoh oleh Ashari.

Kejadian bermula saat Tari duduk di kelas 9 SMP.

Baca juga: AS Kembali Bombardir Iran, Gempur Bandar Abbas dan Pulau Qeshm

Di pesantren tersebut, Tari yang sudah karib dengan Kiai Ashari secara tiba-tiba disuruh untuk memijat pemilik ponpes tersebut.

Setelah disuruh pijat, wajah Tari pun dicium.

Namun kata Tari, kebiasaan Kiai Ashari mencium wanita itu adalah hal lumrah yang dilakukannya di lingkungan pesantren.

"Awal mulanya disuruh mijetin. Terus dicium. Kalau udah selesai kan pamitan, terus dicium (pipi kanan kiri bibir), di situ biasa, kalau sudah ndalem sama pak Kiai biasa. Tapi kalau santri biasa cuma salam tangan," ungkap Tari.

KELAKUAN Kiai Cabul di Pati Dibongkar Santriwati, Diajak Tidur Bereng Untuk Sembuhkan Penyakit Iri
KIAI CABUL DI PATI: Salah satu santriwati (kiri) mengurai pengakuan mengejutkan soal modus kiai cabul di Pati bernama Ashari (kanan). Korban mengaku disuruh tidur bareng pelaku.

Seiring berjalannya waktu, Tari tak cuma disuruh memijat Ashari saja.

Ia juga diminta beberapa kali menemani sang Kiai berziarah hingga datang ke acara sholawatan.

Di situlah Tari mendapatkan perlakuan tak biasa yakni disuruh menemani Kiai Ashari tidur di kamar.

"Berjalannya seiring waktu, terus bertahap, sering diajak ziarah, diajak pergi sholawatan. Biasanya berdua, biasanya rame-rame. Kalau santri kan melekatnya harus tawadu," pungkas Tari.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved