Berita Viral

Bayi Korban Tabrakan Bus ALS Sulit Diidentifikasi, Tubuh Hangus Terbakar, Darah Sudah Kering

Bayi perempuan berusia 1 tahun 8 bulan bernama Bela sulit diidentifikasi karena tubuhnya hangus terbakar dan darah sudah mengering

Tayang:
Tribun Sumsel
KORBAN KECELAKAAN - Tangkap layar video saat Aldi Sulistiawan (26) dan Rani (24), serta putri kecil mereka yang baru berusia 1,8 tahun, Bela, menaiki bus ALS. Ketiganya meninggal dunia dalam insiden kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki minyak di Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026). (Dok Keluarga/Tribunsumsel.com) 

TRIBUN-MEDAN.COM – Bayi korban tabrakan bus ALS dan truk tangka sulit diidentifikasi.

Bayi perempuan berusia 1 tahun 8 bulan bernama Bela sulit diidentifikasi karena tubuhnya hangus terbakar dan darah sudah mengering.

Putri pasangan Aldi Septiawan (26) dan Rani (24) yang juga menjadi korban tewas dalam kecelakaan tersebut sulit diidentifikasi.

Keluarga korban mendapat kabar bahwa proses identifikasi terhadap Bela mengalami kesulitan karena kondisi tubuh korban hangus terbakar.

“Tadi sudah diambil sampelnya, tapi untuk Bela itu sulit,” kata Hambali, ayah Rani, sambil tertunduk lesu.

Hambali menjelaskan, tim DVI menyampaikan darah korban Bela sudah mengering sehingga sulit diambil sampelnya.

Baca juga: CAMAT di Lamongan Diduga Selingkuh, Kini Dicopot dari Jabatannya, Screenshot Chat Mesum Viral

Sementara pengambilan sampel dari Rani yang diduga ibu korban telah dilakukan.

“Darah ibunya masih ada, katanya diambil dari kaki kiri dan kanan, tapi darah Bela sudah kering,” ungkapnya.

Sebagai alternatif, keluarga diminta membawa data pembanding lain seperti pakaian bekas korban yang belum dicuci.

Namun keluarga mengaku kesulitan karena seluruh barang berada di Lampung dan membutuhkan waktu untuk mengambilnya.

“Kami disuruh membawa pakaian bekas Bela yang belum dicuci,

tapi bagaimana mau mengambilnya, belum tentu juga masih ada.

Kami sekarang bingung harus bagaimana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati meminta keluarga bersabar karena proses identifikasi membutuhkan waktu cukup lama.

Baca juga: SOSOK Haerul Saleh, Anggota IV BPK RI yang Tewas Saat Rumah Mewahnya Kebakaran, Sedang Renovasi

“Memang kondisi korban kurang menguntungkan sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved